Dilahirkan di Banjarmasin pada 12 November 1985, Putra Qomaluddin Attar Nurriqli menjadi pengusaha muda yang sukses merintis berbagai jenis usaha di dunia kreatif. Upayanya tersebut dimulai dari umur 21 tahun. Mulai dari percetakan, periklanan, kuliner, dan lainnya dalam Restu Guru Group yang berdiri dari 2007 hingga sekarang.

Masai Kecil Menuju Remaja

Lantaran jarak antara sekolah dan rumah cukup jauh, otomatis akses pertemanan pun sangat terbatas. Hal demikian membuat Qomal kreatif mencipatakan permainannya sendiri. Dari bahan baku yang terdapat di sekitar rumah orangtua. Secara ia tinggal di lingkungan hutan dan rawa.

Terdaftar sebagai siswa di SD Negeri Landasan Ulin Timur. Semasa muda, Qomal menjadi sosok yang disukai banyak teman dan sangat kreatif serta aktif di bidang kesenian dan berorganisasi, salah satunya pramuka. Ketika bersekolah di SLTP Negeri 1 Banjarbaru ia juga andil di berbagai kegiatan lomba tingat SLTP/MTs dan SMU/MA se-Kota Banjarbaru. Kemudian bersekolah di SMA Negeri 1 Banjarbaru dan aktif sebagai anggota OSIS, ekskul bela diri (Taekwondo) dan panjat tebing saat masih mengenakan pakaian putih abu-abu dan tamat SMA di tahun 2003.

Enterpreneur di Bangku Kuliah UGM dan UNS

Qomal melanjutkan pendidikannya ke Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta jurusan FISIPOL (Ilmu Komunikasi) Konsentrasi Public Relation, dari 2003 hingga selesai pada 2006. Gak tanggung-tanggung, cuy! Qomal meraih cumlaude.

Di masa perkuliahannya, Qomal aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Menjadi Ketua Angkatan PR UGM pada tahun 2003. Kemudian mulai bersentuhan langsung dengan wirausaha yang berkenaan dengan dipilihnya ia menjadi Kabid Wirausaha BEM KM UGM dari tahun 2004 sampai 2005.

Padahal di waktu yang bersamaan pula, Qomal bekerja bekerja paruh waktu sebagai Staf Marketing di salah satu perusahaan di Yogyakarta. Qomal dipercaya lagi sebagai Sekjen IPMABA Yogyakarta (Ikatan Pelajar Mahasiswa Banjarbaru di Yogyakarta) dari tahun 2004 hingga 2006.Lulus dari UGM, ia memilih untuk melanjutkan studi S1 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada tahun 2006 hingga berhasil menyelesaikannya pada tahun 2010. Selama mengenyam pendidikan di UNS ia turut aktif dalam organisasi sebagai Kabid Eksternal PMKS (Persatuan Mahasiswa Kalimantan Selatan) 2006-2007.

Semasa kuliah banyak kegiatan yang ia geluti di berbagai organisasi, demikian dengan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya, yaitu bagian publisitas/promosi kegiatan dan sponsorship. Nah, pada bagian inilah, Qomal mempelajari berbagai bentuk media event yang dipakai, baik cetak, sablon, atau digital printing.

Banyaknya kegiatan yang menggunakan media tersebut dan menjadi tanggung jawabnya dalam pengawasan produksi, serta memastikan selesai sesuai waktu yang ditentukan, dan hasil yang diinginkan. Dari sanalah kedekatan Qomal terjalin dengan vendor. Dengan pengalaman itulah ia melihat peluang untuk terjun ke dunia usaha dunia kreatif.

Memulai dari Laptop dan Hape

Saat liburan semester, Qomal pulang ke Banjarbaru yang bertepatan dengan perayaan hari raya Idul Fitri. Ia melihat adanya sebuah peluang usaha di bidang percetakan yang selama ini ia geluti di Yogyakarta. Dengan menawarkan jasa ke berbagai pihak yang ada di Banjarbaru, ia berhasil mendapatkan relasi bisnis percetakan, menggunakan sistem produksi One Post Production yaitu dari pembelian kertas, pengantaran ke tempat cetak, potong, finishing laminasi, pond, hot print. Sedangkan di Banjarbaru masih jarang sekali sistem tersebut didapatkan, kalau pun ada, sudah pasti antri.

Transaksi dan urusan bisnis yang terpaut jarak cukup jauh ini pun sangat terbantu dengan adanya laptop dan telepon genggam, ketika itu. Dalam menjalin relasi itulah nama Qomal mulai dikenal di kalangan pengusaha percetakan di Banjarbaru. Empat tahun mengulang proses yang sampai seperti itu selama perkuliahannya di Jogja. Tiba masanya Qomal harus “pulang kampung”. Kembali ke Banjarbaru, tersebab kuliahnya telah selesai.

Menjual Semua yang Dimiliki Untuk Modal Usaha

Qomal menikah di tahun 2010 dan bertanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga, mencari nafkah. Ia pun merealisasikan apa yang sudah direncanakan dalam kepala, mulai dengan merubah ruang tamu  rumah orangtuanya menjadi outlet digital printing dan percetakan. Dengan 2 komputer bekas, 1 laptop bekas, 2 printer Canon 2770, dan Epson ukuran A3. Untuk merchandising, seperti alat pembuat pin, mug, dan cutting sticker bekas.

Perjalanan usaha di bulan ketiga, Qomal mempersiapkan investasi yang menurutnya sangat besar pada kondisi saat itu, sehingga harus berhutang. Qomal harus rela melepaskan 2 buah sepeda motor kesayangan dan perangkat yang berkaitan dengan modifikasi sepeda motor. Dana bisa terkumpul, namun masih kurang sekitar 85 juta, angka yang justru cukup besar di tahun 2010 an.

“Berani mengambil risiko, melakukan pinjaman di bank menjaminkan BPKB Suzuki APV milik bapak. Dengna izin dan target 1 tahun selesai,” jelasnya.

Tempat usaha tersebut berproses sebagai persiapan tempat produksi, semen, porselen, yang justru membelinya dicicil box demi box. Tidak langsung jadi. Pasca pengerjaan tersebut selesai, ia siap menerima orderan.

“Tentu ada rasa bahagia saat melihat ruang produksi rampung. Dengan target utama pasar utama Digital Printing Outdoor. Alhamdulillah, berjalan dengan berkat dukungan istri dan keluarga besar,” katanya.

Di bulan kesembilan, Qomal menaikkan targetnya, investasi mesin indoor di tahun kedua usaha. Impian besar Qomal pada saat itu menjadi One Post Printing Service terlengkap, terbesar di Banjarbaru. Dengan pelayanan terkonsep, tersistem, menjadi alternatif pertama cetak digital printing. Terus menerus update informasi, dan berinvestasi ke alat-alat produksi yang dibutuhkan masyarakat. Memantapkan kepada pembangunan divisi advertising yang lebih profesional.

Banyak Kawan Banyak Rezeki

Selain merambah dunia usaha yang ia lakoni, Qomal memiliki jaringan pertemanan yang luas. Hal ini dilihat dengan banyaknya komunitas yang ia geluti seperti HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), IMBI (Ikatan Motor Besar Indonesia), HDCI (Harley Davidson Chapter Indonesia), SBBE (South Borneo BMW Enthuisast), Barakat Kuitan MC (Custom Motor Club), Sekampa Bakula MC (Komunitas Hobi Motor) dan berbagai komunitas seni kreatif lainnya.

Aktifnya di berbagai komunitas tersebut, membuat relasinya semakin meluas di berbagai kalangan. Tidak hanya menjalin pertemanan dengan yang telah berpengalaman, tapi Qomal juga merangkul generasi muda untuk berbagi pengalaman dengannya.

Menjadi Manfaat, Memacu Semangat

Kebermanfaatan. Teriring semangat untuk terus menjadi manfaat dan berbagi, semakin ke sini banyak sekali dukungan ke arah pendidikan, sosial, keagamaan, kewirausahaan, seni dan hobi kreatif serta kegiatan daerah pun turut mendapat dukungan dari Restu Guru Group yang dipimpin oleh Qomal.

Qomal secara pribadi berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan berupa pelatihan dan workshop yang berhubungan dengan pemuda dan kewirausahaan, dengan begitu ia berharap dapat menularkan semangat agar kiranya kaum milenial dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang di kemudian hari.

Mengikuti Lemhannas 2018 (Kedeputian Taplai) yang bertujuan sebagai pemantapan nilai-nilai kebangsaan sehingga menjadi pribadi yang senantiasa mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam keseharian dan profesionalisme pekerjaan.

Qomal menyatakan siap memantaskan diri bercalon sebagai Ketua HIPMI di Provinsi Kalimantan Selatan. Hal tersebut dilakukannya sebagai pernyataan niat baik untuk pembenahan keorganisasian yang lebih solid, terstruktur, dan lebih bermakna.

Facebook Comments