Anggap saja artikel ini komparasi yang tidak apple to apple. Secara, Gotham City memang sudah maju, sangat berkembang, banyak gedung, kesenjangan sosial yang begitu signifikan, sengaja dielu-elukan, sampai akhirnya terbentuklah lingkaran para pebisnis yang itu-itu saja.

Dampak positifnya, ada roda ekonomi yang berputar terlalu cepat. Bisnis hiburan tumbuh di sana-sini. Para konglomerat mulai menandai simbol-simbol perusahaan mereka di gedung-gedung tinggi. Kota semakin bertumbuh, yang kaya semakin aman dan nyaman. Namun demikian, ada yang tak dapat dipungkiri sebagai kota yang berkembang. That’s it: CRIMINAL

Di Gotham City, banyak para pendatang dengan harapan-harapan yang pupus. Media cetak dan elektronik mulai terbeli kredibilitasnya oleh para elite politik. Mereka bekerjasama dengan para jaksa wilayah dan hakim. Lalu membayar departemen kepolisian agar mengawal bisnis tetap berjalan lancar.

Lingkaran demi lingkaran tercipta dan semakin kuat. Falcon dengan klub malamnya menjadi wadah peredaran narkoba. Ia juga menjalin hubungan baik dengan petinggi-petinggi Gotham, lalu untuk menjaga nama baik OZ sebagai informan dan anak buahnya agar distribusi aman, dan pula rutin membayar Flazz; seorang pekerja yang memastikan distribusi berjalan lancar, dengan angka lebih tinggi dari gaji bulanan di departemen polisi kota.

Pada tingkat bawah, kriminal tak dapat terbendung. Pengangguran tersebar di penjuru kota.

Para gelandangan homeless bermukim di sudut-sudut pertokoan, pasar, dan Gg Sempit. Hampir setiap hari, berita pencurian, penjambretan, pembunuhan, selalu mewarnai layar kaca televisi dan koran-koran di Gotham.

Lantas, dengan latar belakang pedih dan dendam gegara orang tua yang dibunuh preman, muncullah Bruce Wayne dengan misi mulia untuk menyelamatkan kota.

Satu-satunya yang membuat segalanya masuk akal adalah: Wayne menjadi pewaris tunggal kekayaan orangtuanya yang bisa membuatnya mau berbuat dan membuat apa saja. Tapi, ya tanpa Alfred, dia mungkin akan jadi gelandangan juga.

Lantas, apa yang terjadi dengan Banjarbaru City tanpa cerita Gotham City?

Ya, kota ini begitu nyata. Setelah disahkan menjadi ibu kota, semua seakan merambat perlahan. Ekonomi, pembangunan, kepadatan penduduk, lalu lintas yang semakin ruwet, dan satu yang tak bisa dipungkiri: KRIMINAL.

Barusan kemarin ada video viral ya? Ibu-ibu dijambret perhiasannya oleh dua orang pria paruh baya di jalan besar keluar komplek yang tak jauh dari RS milik kota. Pagi-pagi pula.

Belum lama tadi juga, kecelakaan di sana-sini terjadi. Di sudut kota, di bundaran batas wilayah, mulai mobil masuk selokan, sampai truk trailer terguling, ya ada sajalah. Namanya juga berita.

Jika tak ada sikap tepat (terutama para petingginya) untuk masalah-masalah kecil yang terkesan receh, atau skalanya kecil sekali jika dibandingan kasus korupsi, mungkin Banjarbaru akan mirip seperti Gotham City.

Jika tak ada sikap tepat (terutama para petingginya yang selalu dipuja-puji lingkarannya), mungkin yang tampil hanyalah prestasi demi prestasi dalam bungkusan media saja.

Memang, sih, belum separah mama Kota Negara. Tapi kemacetan yang dinilai biasa saat ini pasti membludak, dan memusingkan. Para pejalan kaki akan terganggu. Ya untungnya transportasi umum sudah dibenahi, lah, ya! jelas sekali infonya di media-media lokal kita. Banyak hal yang mestinya dibangun untuk kepentingan orang banyak.

Memang, sih, belum separah mama Kota Negara. Tapi jika kaum miskin, gelandangan, preman yang mereka tidur di pelataran toko-toko, dan bermunculan di persimpangan jalan, tidak disikapi sejak sekarang ini, berita kriminal akan tayang/terbit/viral setiap hari, mungkin semakin mirip dengan Gotham City.

Memang, sih, belum separah mama Kota Negara. Tapi jika tak ada sikap yang tepat dari para petingginya sedari dini, mungkin gak lama lagi, akan ada berita kriminal lagi. Yang namanya berita, ya ada saja.

By the way, THM makin ke sini makin banyak lobi, ya siapa tahu, namanya juga semi-semi Gotham City, kan ya! Ngayal aja dulu, gitu!

Finally, kota ini sedang… mmm boleh dikatakan akan ruwet lah, ya. Ada para seniman yang semakin dewasa. Generasi z yang mulai bekerja, kaum-kaum cerdas sudah mulai tua, dan perputaran generasi yang begitu cepatnya.

Haruskah, ada sosok Bruce Wayne yang bisa menyelamatkannya? Tanyakan pada biduan-biduan yang bergoyang di balik dinding ruko-ruko [email protected]

Facebook Comments