SUASANA ruang Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di UIN Antasari Banjarmasin, tepatnya di Kampus Banjarbaru, Jalan Pandarapan KM.1, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin pada Senin (3/11) pagi terasa hangat dan penuh antusiasme. Kegiatan BASAibu Wiki “Bakunjang” dari Basakalimantan Wiki (BkW) menghadirkan tema yang dekat dengan kehidupan generasi muda terkait kesehatan mental dan stigma generasi stroberi.
Selaras dengan tema Dies Natalis ke-9 yang digelar panitia pelaksana dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, yaitu “Menjaga Kesehatan Mental Menuju Mahasiswa IPII yang Aktif, Rekreatif, dan Inovatif”, kegiatan ini diikuti 130 peserta berasal dari mahasiswa semester satu sampai lima.
Acara Wiki Bakunjang kali ini merupakan bagian dari rangkaian Aruh Pemuda Kalimantan 2025, yang tahun ini menyoroti isu-isu strategis di Kalimantan dari perspektif pemuda. Melalui forum ini, BkW berupaya membuka ruang refleksi, diskusi, sekaligus perawatan diri lewat praktik menulis dan berbagi pengalaman.
Kegiatan dimulai dengan pengenalan konsep Wikithon Partisipasi Publik #4 BkW sebagai wadah berbagi dan berpendapat kalangan pemuda dengan pertanyaan: “Bagaimana Generasi Muda dapat Menyuarakan Isu Kesehatan Mental di Tengah Stigma Sosial sebagai Generasi Stoberi?” Selanjutnya para peserta diminta untuk memberikan komentar atau pendapat mengenai hal itu melalui platform BASAkalimantanWiki.org

Diang Anggrek dari Tim Medsos BkW mengatakan, bahwa kesehatan mental adalah aspek penting dari kehidupan pemuda di era ini.
“Generasi sekarang atau Gen Z berada dalam bayang-bayang stigma sosial yang menyebut mereka sebagai ‘generasi stoberi’, di mana mereka dianggap lemah dan mudah menyerah. Sehingga hal itu menjadi tekanan terhadap kesehatan mental mereka. Nah, Wikithon kali ini mencoba mendengarkan suara dari pemuda itu sendiri, apa yang mereka perlukan dalam menghadapi kondisi tersebut melalui berpendapat di Wikithon BkW,” jelas Anggrek kepada asyikasyik.com.
Ia juga menambahkan pokok persoalan kesehatan mental yang ada di Kalimantan Selatan. “Tantangan kita adalah keterbatasan sumber daya kesehatan mental, wilayah geografi yang luas, ketimpangan akses kesehatan, dan literasi kesehatan mental,” sampai Anggrek yang hadir bersama Manager Event BkW Adhansatya Praja dan Tim Medos BkW Khalifaturrida.


Diskusi berjalan santai namun penuh makna. Isu-isu seperti tekanan akademik, beban sosial, hingga tantangan hidup di era digital muncul sebagai bahan renungan bersama. Melalui pendekatan literasi dan reflektif, kegiatan ini mencoba mencari “jalan lain” untuk merawat kesehatan mental di luar pola terapi konvensional.
Ahmad Muhaimin, Ketua Umum HMJ IPII sepakat dengan penyampaian Diang Anggrek. Ia berpendapat bahwa anak muda dengan kesehatan mental tidaklah dapat dipisahkan. “Kesehatan mental sangat penting untuk dibahas, karena apabila kita memiliki masalah di isu tersebut, kita tidak bisa aktif dan produktif,” ucapnya.
Bersama kawan organisasinya, ia akan melakukan langkah tindak lanjut dengan membuka ruang konsultasi gratis bagi mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin melalui Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM).
“Sebagai langkah awal, kami membuka ruang konsultasi terkait masalah yang dihadapi kawan-kawan baik perihal akademik maupun nonakademik,” tutur Muhaimin.
Ia mengingatkan tentang pentingnya berkegiatan positif dalam menghadapi tantangan era terkini. “Untuk pemuda, tetaplah aktif, produktif, dan mulailah berolahraga,” tutup pemuda itu.
Bagi BkW, Wiki Bakunjang bukan sekadar program literasi, melainkan juga ruang aman untuk saling mendengarkan dan menuliskan pengalaman. Melalui inisiatif ini, pengetahuan lokal dan pengalaman keseharian masyarakat Kalimantan, khususnya pemuda didokumentasikan secara terbuka di platform digital sebagai upaya membangun ekologi pengetahuan yang lebih inklusif dan empatik.
Kegiatan diselingi dengan sesi kuis Bahasa banjar berhadiah sebelum diakhiri dengan foto bersama. Suasana yang tercipta meninggalkan kesan tenang, bahwa di tengah hiruk-pikuk dunia digital, berdialog dan berbagi bisa menjadi jalan menuju pemulihan.(red)





























