KALIMANTAN memiliki hasil kerajinan tradisi bernilai tinggi. Salah satunya kerajinan anyaman rotan. Produk-produk kerajinan anyaman ini cukup banyak tersebar di beberapa toko souvenir, dan mampu menarik perhatian wisatawan tidak hanya lokal nasional, tetapi juga hingga mancanegara.

Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin yang memiliki perhatian terhadap ekonomi kemasyarakatan, membuat satu wadah bersama bagi para perajin ini yang diberi nama Borneo Braid.

Borneo Braid yang digagas LK3 bersama GKE pada Desember 2019 ini telah menjadi branding produk untuk kerajinan khas Kalimantan. Tidak hanya berupa kerajinan anyaman rotan, namun juga kerajinan purun serta kain sasirangan khas Kalimantan Selatan yang telah dikombinasikan sehingga menghasilkan produk berkualitas dengan nilai estetika yang menarik.

Borneo Braid memiliki filosofi Jalujur Banua Bawarna. Menurut Rakhmalina, aktivis LK3 yang menjadi penggagasnya menjelaskan, “jalujur” dalam bahasa Indonesia mempunyai arti menjahit, menyambung, dengan teknik terntentu sehingga menghasilkan suatu karya.

“Filosofi  jalujur adalah hubungan. Menjalujur berarti menyatukan dua atau lebih bahan yang sama maupun berbeda menjadi satu karya yang indah. Dalam jahitan, material saling bersatu untuk saling menguatkan, yang menghasilkan tujuan yang sama, sebuah karya yang bermakna,” ucapnya kepada asyikasyik di kediamannya Rumah Alam, Sungai Andai, Banjarmasin, Kamis (27/5/2021).

Facebook Comments