LONJAKAN bahan pokok (bapok) yang terus mengalami kenaikan drastis membuat Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kabid Disperindag) Kota Banjarbaru, Jumiatun membuat program untuk menekan inflasi di kota berjuluk Idaman tersebut.

Berdasarkan hasil monitoring Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru, dua lokasi di Pasar Bauntung dan Pasar Ulin mengalami lonjakan kenaikan barang pokok yang cukup signifikan.

“Kenaikan bahan pokok ini terjadi karena beberapa faktor. Beras misalnya, entah karena belum panen jelang akhir masa tanam atau faktor cuaca kita saat ini kerap hujan,” ungkap Jumiatun kepada Asyikasyik, Kamis (29/2/2024).

Jumiatun membantah bahwa tidak ada kelangkaan bahan pokok di Banjarbaru

“Kita hanya mengalami kenaikan jelang bulan suci Ramadhan ini. Apalagi, beras premium dan medium kita mengambilnya di Jawa,” terang Jumiatun.

Jumiatun melihat faktor variatif seperti; terlambat atau gagal panen akibat hujan sepanjang Desember hingga Februari ini. Belum lagi, dia menyebut adanya serangan hama atau penyakit di tanaman tersebut.

“Tren ini memang kerap terjadi di bulan-bulan ini,” ungkap Jumiatun.

Oleh sebab itu, Jumiatun melihat momentum jelang Ramadhan ini juga menjadi antisipasi Dinas Perdagangan akan membuka program Pasar Murah. Dia menjelaskan, pasar murah bersubsidi ini dimulai sejak 5-15 Maret akan datang.

Selain itu, pihak Pemko Banjarbaru dan Pemprov Kalimantan Selatan juga akan berkolaborasi menggelar pasar murah dimulai tanggal 13-15 Maret.

“Tanggal 13 itu nanti yang melaksanakan adalah Dinas Perdagangan Pemprov Kalsel, kita cuma membantu saja nanti,” ujarnya.

Jumiatun mengatakan, 10 hari pertama sudah ditentukan oleh pihak camat masing-masing. Tahap kedua, dia menyebut jelang masuk Idul Fitri.

“Itu belum ditentukan lokasinya. Hari pertama, gelar pasar murah di masing-masing kelurahan dapat 2 titik lokasi,” jelas dia.

Misalnya di Banjarbaru Utara, Jumiatun mengatakan pasar murah bakal digelar di Komet dan Sungai Ulin. Bahan pokok yang dijual itu hanya 6 jenis yaitu beras, telur, gula, minyak goreng, cabai dan bawang.

“Telur, kalau di tingkat peternak sudah seharga Rp. 30.000,00. Jadi di pasar bisa tembus Rp. 33.000,00 tergantung pasarnya di mana dan jarak,” beber Jumiatun.

Jumiatun menilai kenaikan telur karena dipicu harga pakan yang mahal. Sehingga, menurutnya harga ayam turut melonjak naik.

“Cuma harga daging tetap stabil. Kenaikan hanya beras, ayam dan telur,” tandasnya.

Diketahui bahwa Disdag Banjarbaru akan melayani warga yang berdomisili di Banjarbaru saja. Setiap warga cukup melampirkan KTP sebagai syarat mendapatkan voucher pembayaran untuk program Pasar Murah Bersubsidi, sebagaimana langkah Pemko Banjarbaru menekan kenaikan harga atau pengendalian inflasi daerah.@