Barangkali banyak yang tidak tahu bahwa puisi bagi kota Banjarbaru memiliki arti lebih. Puisi telah membantu percepatan Banjarbaru yang dulu hanya berstatus kecamatan menjadi kota administratif, saat menjadi bagian dari Kabupaten Banjar.

Kala itu di tahun 1974 (tahun di mana bapak pendiri Banjarbaru, Van der Pijl wafat) penyair dan seniman Banjarbaru bersepakat untuk membentuk Dewan Kesenian Daerah Banjarbaru, diketuai M. Rais Salam yang diresmikan pada bulan Januari. Mereka membuat sebuah rekaman (kumpulan) puisi yang berbentuk stensilan. Ditulis oleh 12 penyair Banjarbaru, antologi puisi itu berjudul Banjarbaru Kotaku. Diambil dari salah satu judul puisi Hamami Adaby.

Tahun 1997 ketika Banjarbaru masih berstatus adminitratif, penyair Eza Thabry Husano kembali berulah dengan menulis puisi “Surat Untuk Pa Gubernur”  yang dimuat di Dinamika Berita, Selasa 11 November 1997. Kemudian dengan berani, puisi itu dibacakan oleh Ir. Fakhruddin di Lapangan Murdjani. Puisi yang berungkap tentang masa lalu, Banjarbaru yang telah lama diplot sebagai Ibukota Kalimantan Selatan seperti terlupakan karena keputusan terpusat dan kondisi saat itu.  Akhirnya perjuangan 23 tahun panjang, di tahun 1999 dilantiklah Akhmad Fakhrulli sebagai pejabat Wali Kota Banjarbaru oleh Menteri Dalam Negeri ;Syarwani Hamid di Jakarta, 27 April 1999. Perjalanan Banjarbaru yang berliku menuju sebuah Kota itu patut menjadi perhatian.

Terlebih Sandi Firly, cerpenis Banjarbaru pernah menulis cerpen tentang penyair yang kemudian dinobatkan sebagai Cerpen Pilihan Kompas 2019.

Film yang diadaptasi dari cerpen Suatu Malam Ketika Puisi Tak Mampu Ia Tulis Lagi menghadirkan Jokpin, Sutardji Colzoum Bachri, Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, dan lain-lain. Dengan demikian, film ini satu-satunya di Indonesia yang mempertemukan maestro penyair dalam satu Frame. Film yang sudah setahun lebih digadang-gadang ini, disutradarai Kin Muhammad dan diproduseri Hudan Nur bersama HE. Benyamine.

“Kita open casting dua hari, tanggal 26 dan 27 Januari 2022 di Banjarbaru,”papar sutradara film Kin Muhammad. Adapun lokasi casting di Jalan STM, Komplek Palem Asri No 2 Kelurahan Komet Banjarbaru Utara. “Film ini akan dieksekusi pada Februari mendatang.” lanjut Kin. Soundtrack Film berdurasi pendek ini digarap oleh OBO Music School asuhan Yusda Permana yang tidak diragukan lagi ide-ide kreatifnya.

Sebagai informasi asyikasyik sebagai rumah produksi film ini mencari satu tokoh yaitu Sapardi Djoko Damono dengan kriteria usia 35-50 tahun, tinggi badan 165-172 cm. Peserta casting diutamakan berdomisili di Banjarbaru/Martapura/Banjarmasin.

Sementara tokoh yang lain sudah terisi, bahkan Bapak Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin juga bermain di film ini. Olehnya bagi Anda yang merasa persis atau ada teman Anda yang mirip dengan Sapardi Djoko Damono atau siapapun tak harus persis tapi berminat bermain film. Mari ikuti castingnya besok, 26 januari 2022 di Banjarbaru. Kami [email protected]

Facebook Comments