SATU perhelatan pameran seni lukis dengan skala partisipan lebih luas siap digelar di Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan.

Pra-Biennale Kalimantan 2026 – sebuah langkah menuju biennale, yakni pameran seni rupa kontemporer berskala besar yang diadakan secara rutin setiap dua tahun sekali. Istilah ini berasal dari bahasa Italia yang berarti “dua tahunan”.

Setiap Biennale pernah menjadi sebuah mimpi. Tidak ada biennale yang lahir dalam semalam.

Begitulah tulisan di instagram biennale.kalimantan, yang memberikan permakluman bila kegiatan pameran yang akan diselenggarakan pada 10-24 Agustua 2026 ini memakai nama Pra-Biennale Kalimantan 2026, semacam persiapan untuk menuju “biennale” yang dicita-citakan.

Pada Pra-Biennale Kalimantan 2026 ini, nama tema yang diusung “Sajian”.

“Sebuah hidangan tidak pernah hadir begitu saja. Ia lahir dari proses yang panjang. Dari benih yang ditanam, tangan yang mengolah, hingga akhirnya tersaji di meja. Demikian pula sebuah biennale. Apa yang kelak menjadi peristiwa seni, selalu diawali oleh kerja-kerja kecil yang dikerjakan dengan kesabaran dan keyakinan,” begitu bunyi narasi di IG biennale.kalimantan.

Penjaringan karya dilakukan sekitar satu bulan lalu dengan jagkauan tidak saja mencoba menjaring para perupa Kalimantan Selatan, namun juga ke Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Peserta yang submit opencall terdata 50 orang, yang kemudian diseleksi oleh kurator hingga terpilih 32 orang. Selain yang lolos kurasi, juga ada karya dari peserta undangan sejumlah 5 orang. Mereka adalah para pelukis yang sudah dikenal luas, seperti Misbach Tamrin (Banjarmasin), Diah Yulianti (Yogyakarta), Robert Nasrullah (Yogyakarta), Agus TBR (Yogyakarta), dan M. Fahriza a ka Keppet (Yogyakarta).

Tim kurator sendiri terdiri dari: Hajriansyah (Banjarmasin), Zamrud Setya Negara (Jakarta), Rizky Kharisma (Eky Abdan) dan Ayu Dita (Banjarbaru). Direktur Kegiatan Sri Widya Savitri, dengan pelaksana teknis Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan.

“Jadi, total partisipan Pra-Biennale Kalimantan 2026 ada 37 orang. Ada dua venue pameran, di gedung Wargasari dan Bengkel SR Sholihin Taman Budaya Kalsel,” ujar Hajriansyah kepada asyikasyik.com, Rabu (29/7/2026).

Hajriansyah (paling kanan) bersama seniman dan budayawan yang di antaranya asal Banjar, di Yogyakarta. (foto: dok)

Selain memajang karya seni rupa, Pra-Biennale Kalimantan 2026 juga akan menggelar kegiatan seperti Artist-talk, Kisah Bamasak, Curatorial tour, dan FGD Biennale Kalimantan.

“Diharapkan pameran dan semua aktivasi ini mendorong terwujudnya Biennale 2 tahun ke depan dan wacana seni rupa Kalimantan yang khas dan progresif berkesinambungan, menjadikan atau memastikan seni rupa regional Kalimantan punya posisi yang jelas dalam peta seni rupa Indonesia,” harap Hajriansyah, yang juga Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin ini.

Mengenai tema “Sajian”, di medsos @ biennale.kalimantan dijelaskan, diharapkan karya-karya yang ditampilkan dapat mengajak semua membaca Kalimantan melalui tema “Makanan Sebagai Bahasa Pertama”. Dari ladang hingga meja makan, dari ingatan personal hingga persoalan bersama, setiap karya menawarkan sudut pandang baru tentang pangan, budaya, lingkungan, dan kehidupan.(red)

Di bawah ini nama-nama para partisipan Pra Biennale Kalimantan 2026: