AKARACITA, kelompok musik asal Banjarbastu, Kalimantan Selatan, merilis single “Jagau” pada 24 Agustus 2026, bertepatan dengan bulan perjuangan dan kemerdekaan.
Cerita dan ingatan tentang Banua kembali dibawa Akaracita ke ruang musik digital. Kelompok musik asal Kalimantan Selatan tersebut merilis single terbaru berjudul “Jagau”.
Pemilihan Jagau sebagai sumber penciptaan berangkat dari ketertarikan Akaracita terhadap figur dan ingatan budaya yang hidup di masyarakat Banjar.
“Melalui lagu ini, Akaracita mencoba menghadirkan kembali gagasan tentang keberanian dan kepahlawanan Banua melalui bahasa musik yang dapat diterima oleh pendengar masa kini,” ujar Novyandi Saputra, pimpinan Akaracita kepada asyikasyik.com. Jumat (11/9/2026).
Membawa kebudayaan lokal ke ruang digital, kata Novandi, bukan sekadar persoalan memperkenalkan nama atau cerita daerah. Tantangan yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan budaya tersebut dapat melahirkan karya baru dan berkomunikasi dengan generasi yang kehidupannya semakin dekat dengan ekosistem digital.

“Nah, “Jagau’ menjadi salah satu jawaban Akaracita atas tantangan tersebut,” katanya.
Karya ini, kata pria berkacamata ini, mempertemukan akar musikal Kalimantan Selatan dengan pendekatan musik kontemporer. Tradisi tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang hanya perlu ditampilkan kembali, tetapi menjadi sumber inspirasi dan pengetahuan dalam proses penciptaan.
“Bagi kami, cerita dari Banua tidak seharusnya hanya tinggal sebagai cerita lokal. Ia bisa menjadi bahan untuk menciptakan karya baru dan berbicara kepada siapa pun,” ujar Novyandi yang secara khusus mendalami musik tradisi.
Perilisan “Jagau”, menurutnya. juga menjadi bagian dari upaya Akaracita memperluas jangkauan musik yang berangkat dari kebudayaan Kalimantan Selatan.
“Platform digital memberikan peluang bagi karya yang lahir dari Banua untuk bertemu dengan pendengar di berbagai daerah, bahkan di luar Indonesia,” ucapnya.
Melalui “Jagau”, Akaracita ingin menunjukkan bahwa identitas lokal tidak harus menjadi batas. Sebaliknya, akar budaya dapat menjadi titik berangkat untuk bergerak lebih jauh.
Perlu diketahui, “Jagau” tersedia di Spotify, Apple Music, YouTube Music, Bandcamp, dan berbagai platform musik digital lainnya sejak 24 Agustus 2026.@























