DIREKTUR Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin, Abdani Solihin turut mendorong masyarakat Kalimantan Selatan agar lebih terbangun kesadaran dalam menanggulangi isu kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kali ini gerakan aksi bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Selatan berkolaborasi dengan Majelis Sinode Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Banjarmasin dalam rangka Hari AIDS dan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) di Siring Nol Kilometer, Kota Banjarmasin, pada Minggu (11/12/2022) pagi.

Menurut Abdani, kesetaraan dalam mengkampanyekan isu marginal, perempuan dan anak, serta termasuk pengidap HIV/AIDS adalah bentuk bagaimana untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta diskriminasi terhadap korban-korban yang terpinggirkan.

Direktur LK3 Banjarbamsin, Abdani Solihin saat acara berlangsung. (sebelah kiri)

“LK3 Banjarmasin, salah satu lembaga yang menyuarakan isu kesetaraan. Sebab itu, kami juga turut andil keikutsertaan dalam kegiatan aksi hari ini,” ucap Abdani kepada asyikasyik.com.

Kampanye ini, menurut Abdani adalah bagaimana cara seseorang memandang dan menyikapi setiap persoalan dalam kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta stigma terhadap ODHIV/ODHA itu berkurang ditengah masyarakat Kalimantan Selatan. Setidaknya kasus diskriminasi itu, dia menginginkan agar dapat berkurang dan segera ditanggulangi oleh pemerintah, lembaga maupun masyarakat itu sendiri.

“Oleh sebab itu, LK3 Banjarmasin berpartisipasi dalam mendorong kesetaraan ditengah masyarakat Banjar. Isu ini penting karena melihat Hak Asasi Manusia (HAM) bahwa setiap orang memiliki hak hidup yang nyaman tanpa terpinggirkan,” ungkap Abdani.

Sederhananya saja, Abdani menyebut bahwa bagaimana seseorang menghindari penyakit HIV/AIDS, tapi bukan orangnya. Kemudian, dia mendorong para perempuan-perempuan di luar sana agar berani speak up atau bersuara dalam kasus yang menimpanya.

“Jangan takut bersuara, karena semua orang memiliki hak yang sama. Rasa keadilan dan kemanusiaan itu.”

Sejumlah aktivisi melakukan aksi bersama menggunakan spanduk dan poster bertuliskan #StopSalahkanKorban #StopKekerasanTerhadapPerempuanDanAnak #ZeroStigmaOdhivOdha dan sebagainya. Direktur PKBI Kalimantan Selatan, Hapniah menilai aspek persoalan ini berawal dari bagaimana masyarakatnya berani bersuara ketika menimpa isu kekerasan tersebut.


Penandantangan bersama untuk jalan kebaikan dan harapan masa depan.

Facebook Comments