Pemindahan ibu kota negara Indonesia ke Kalimantan menuai berbagai kontraversi. Penolakan antara lain karena akan menghabiskan dana negara yang nilainya tentu tidak sedikit. Sementara lahan luas sudah disiapkan di Kalimantan Timur. Kenapa Kalimantan Timur, Presiden Joko Widodo menyatakan karena lokasi yang strategis di tengah-tengah Indonesia dan rawan bencana.

“Memandang Kalimantan dengan kesombongan dan kekalapan hanya memperlihatkan pandangan tersebut sebagai ketidakmampuan keluar dari zaman kegelapan,” tulis HE. Benyamine, Direktur Akademi Bangku Panjang Mingguraya di laman FB giat acara Poetry in Action malam ini.

poetry in action at mingguraya 28 januari 2022, pukul 20.00 wita-selesai

Kegiatan kali kedua setelah pandemi ini digelar setiap bulan, sebagaimana rutin digelar sebelum pandemi berlangsung yaitu di minggu terakhir saban bulan di hari jumat, malam sabtu. Poetry in Action malam memasuki seri ke-97 sejak pertama digelar pada Maret 2012.

“Anda dipersilakan mengungkapkan lewat puisi atau penampilan teater (petilan)/monolog atau bentuk lainnya. Namun akan lebih membanggakan bila Anda membacakan puisi karya Anda yang berkaitan dengan tema Kalimantan Ibu Indonesia,” lanjut Bang Ben sapaan akrabnya.

Acara ini terlaksana atas dukungan banyak pihak. Donasi hadiah berupa buku dapat diserahkan langsung pada waktu acara atau menghubungi pihak pelaksana di nomor HP 085100480441. Direncanakan malam ini akan dihadiri pembaca puisi kawakan Banjarbaru, penikmat puisi, seperti; Trisia Chandra, Yani Makkie, Devi Zaifa, Hudan Nur, Winda Noor Amalia, Aan Masih Setiawan, Noveas Banjarayse, Mulyadi Razak, dan lain-lain.

Lewat tim redaksi, panitia acara malam ini juga mengucapkan terima kasih kepada Yani Makkie dan Buya Al-Banjari untuk donasi pada bulan Desember 2021. Ditunggu kehadiran dangsanak sabarataan sebagai dukungan atas puisi dan tradisi itu sendiri. Jangan kada [email protected]

 

 

Facebook Comments