Di Antara Remang Lampu

Dina, di antara remang lampu
Di Bawah Langit Beku*
kenapa kau tak di sampingku?
mendengarkan seseorang
yang tak lagi muda
berorasi perihal sejarah luka
derita sebuah kota.

Di malam yang puitis
malam tanpa gerimis

Petikan senar
lirik-lirik kecemasan
serta sebuah sajak cinta
seolah telah membawaku
ke dalam ruang jeda
di keheningan para pertapa

tapi kenapa, Dina
di antara remang lampu
Di Bawah Langit Beku itu
kau tak di sampingku?
menyaksikan seseorang
yang tak lagi muda
menumpahkan kecemasannya
dengan bahasa cinta.

2018

*Penampilan Musikalisasi Puisi dan Baca Puisi YS Agus Suseno.


Suatu Malam di Dusun Bidukun

Lelaki tua itu
tidak sedang menafsirkan kata rindu
atau membolak-balik halaman sebuah buku
di tangannya, sebotol Buluh Marindu
yang ia dapatkan beberapa tahun lalu
seolah ingin mengatakan bahwa cinta
dapat ditempuh tanpa peluh.

Lelaki tua itu begitu gemar bercerita
tentang apa saja yang melintas di ingatannya
semisal tentang Telaga Bidadari
yang keindahannya belum terjamah oleh puisi.

Langit yang hitam, hening dalam pelukan malam
jauh di luar pintu, gemericik air
dan risik batang-batang bambu
seolah saling menunjukkan kepiawaiannya
dalam menghibur para perjaka.

Lelaki tua itu selalu ingin tertawa
ketika kepingan masa lalu
menepuk bahunya yang layu
ia tak pernah bercita-cita
menjadi orang penting dalam kehidupan
baginya, kehidupan ialah merawat daun-daun
di antara derau angin dan kicau burung
di sulbi hutan-hutan lindung.

2017-2018


Di Sebuah Makam

Kau seolah hujan
bagi tubuhku yang kemarau
di makammu yang tenang
bait-bait doa
bagai angin-angin kecil
di malam musim yang kering.

Di makammu yang tenang
aku cicipi makna perjalanan
bahwa hidup
tak hanya singgah
tanpa membangun
kedai-kedai sejarah
bahwa kepulangan
tak hanya pergi
tanpa menyisihkan
buah-buah surgawi.

Kau seolah hujan
bagi tubuhku yang kemarau
di makammu yang tenang
kutemukan keheningan danau.

2017-2018


Di Kandangan

Di lekung pagi
dingin yang misteri
tak sepenuhnya abadi
yang merekat di harum tanah
dan langit-langit daun atap rumah.

Warung-warung
dan ladang-ladang jagung
membuka ruang cengkerama
sepi seolah hal yang tak ada.

anak-anak melambaikan tangan
datung-datung mengulum senyum hujan.

Sawah-sawah yang membentang
serupa satin hijau terang.
di Kandangan, musim ialah doa
yang tanpa lelah untuk dihikmati
serta dieja.

2017

 

 

Facebook Comments