NABI PUISI

Nabi-nabi menyumbangkan lidahnya
Kepada sebuah kitab puisi
Berharap ada seseorang yang menemukannya
Dan memakai ulang lidah itu
Di sebuah upacara pertobatan

Surabaya, Mei 2021


DARI ARAH JENDELA

Berpeluklah pada kesedihan yang membacamu dari arah jendela.
Bayang-bayang menggurat tanda
Atas malam yang perlahan lesap menjelma tubuhmu.
Tubuh yang meminta pukau dari legit ciuman.

Kepada segenap cinta yang menyerahkan diri, kukatakan pada mereka
Bahwa tak ada sesal yang bertukar rupa, tak ada luka yang bertukar lupa.
Apa yang telanjur ditempuh bakal jadi muara penghabisan
Tak ada seorang pun menunggu di kejauhan.

Berpeluk bayang-bayang bulan,
Masa lalu meninggalkan kisahnya yang wagu
Kesedihan, segala yang disembunyikan waktu
Kita kah bagian dari sandiwara
Lupa meninjau tujuan datang
Sekaligus pulang?

Facebook Comments