BILA Banjarbaru memiliki Tadarus Puisi dan Banjarmasin memiliki Ngaji Puisi, maka di Tabalong mulai tahun ini akan memiliki SALAM Ramadhan.

SALAM Ramadhan akronim dari Sastra Langit Malam Ramadhan merupakan agenda sastra yang diinisiasi oleh pegiat seni dan sastra yang tergabung dalam Sanggar Langit Tabalong asuhan Bunda Lilis Marta Diana.

“Agenda ini awalnya akan digelar pada tanggal 15 Maret 2025. Namun, karena pada tanggal tersebut juga dilaksanakan kegiatan Tadarus Puisi di Banjarbaru, maka kegiatan ini pun diundur ke tanggal 22 Maret 2025,” jelas Bunda Lilis lewat rilis yang dikirim ke redaksi asyikasyik, Sabtu (22/3/2025) dinihari.

Disebutkan, selain mengundang para pegiat seni dan sastra di Kabupaten Tabalong, kegiatan ini juga mengundang para pegiat seni dan sastra kabupaten lain se-Banua Anam.

“Pada tahun ini, undangan hanya kami sebar ke Dewan Kesenian Daerah se-Banua Anam. Tapi, bukan berarti kegiatan ini hanya untuk kawan-kawan se-Banua Anam. Kawan-kawan daerah lainnya yang ingin bergabung, dipersilakan,” ujar Bunda Lilis.

Tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, SALAM Ramadhan yang mengusung konsep kemah sastra juga menggelar panggung pagelaran seni dan sastra.

Dipaparkan Bunda Lilis, pihaknya juga mengundang beberapa sekolah yang ada di sekitar untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan SALAM Ramadhan ini. “Selain itu kawan-kawan seniman dan sastrawan yang hadir, baik dari Tabalong maupun luar Tabalong juga dipersilakan untuk tampil memeriahkan acara ini,” katanya.

Agenda acara berupa pembacaan puisi, tarung puisi, musikalisasi puisi, dan bentuk tampilan lainnya. Acara akan ditutup dengan makan sahur bersama.

Gusti Indra Setyawan dan Mahfuzh Amin, seniman dan penulis Tabalong menambahkan, tak hanya pagelaran, SALAM Sastra juga akan dilengkapi dengan agenda Bincang Sastra.

“Akan ada narasumber khusus yang kami datangnya dari luar Tabalong,” ungkap Gusti Indra Setyawan.

“Namun, untuk nama narasumber tersebut tidak disebutkan dulu,” tambah Mahfuzh Amin.

Dengan diadakannya kegiatan SALAM Ramadhan, selain mempererat persaudaraan antar pegiat seni dan sastra, diharapkan juga menjadi sebuah oase segar dalam perkembangan sastra di Tabalong khususnya, dan daerah lainnya se-Banua Anam umumnya.

“Harapan kami, SALAM Ramadhan ini bisa menjadi event tahunan yang akan kami laksanakan di setiap bulan Ramadhan, dan ke depannya tidak hanya dihadiri se-Banua Anam, tapi juga bisa mengundang kawan-kawan daerah lain se Kalsel,” harap Bunda Lilis.@