MULAI hari ini, Kamis (3/6/2021), asyikasyik.com akan menayangkan Lambu Mangkurat, sebuah Kisah Basambung (Kisbung) atau Cerbung berbahasa Banjar karya Jamal T. Suryanata. Tayangan bagian pertamanya silakan baca di bagian lain. Kisbung Lambu Mangkurat hadir tiap Senin dan Kamis.

Berikut ini sekilas tentang Jamal T. Suryanata, penulis Lambu Mangkurat. Dan kami juga merasa perlu memuat sosok di balik ilustratornya, Mika August—yang secara khusus kami minta untuk membuatkan ilustrasi, baik sebelum penayangan, bentuk video, hingga tayang, dengan harapan akan memberikan nuansa ataupun visual yang bisa mendukung Kisbung.

JAMAL T. SURYANATA

Lahir di Kandangan (Hulu Sungai Selatan) pada 1 September 1966. Beberapa karyanya pernah terpilih sebagai pemenang dalam berbagai even sayembara penulisan, baik di tingkat lokal maupun nasional–antara lain sebagai Juara II Sayembara Penulisan Cerpen Indonesia DKD Kalsel (1992), Juara I Sayembara Penulisan Buku Bacaan Anak Tingkat Nasional (1993), Juara III Sayembara Penulisan Cerpen Indonesia DKD Kalsel (1994), Juara II Lomba Cipta Puisi Batu Beramal 2 Se-Indonesia versi Studio Seni Sastra Kota Batu, Malang (1995), Juara I Sayembara Penulisan Fiksi Anak Nasional (1997), Juara I Sayembara Penulisan Buku Bacaan Anak Tingkat Nasional (1998), Juara I Sayembara Lomba Mengarang Esai tentang Pengajaran Sastra Tingkat Nasional (1998), Juara I Lomba Menulis Modul Lingkungan Hidup se-Kalsel (2000), Juara I Lomba Menulis Cerpen dalam Bahasa Banjar se-Kalsel (2007), dan Juara I Sayembara Penulisan Esai tentang Perkembangan Publikasi Sastra di Kalimantan Selatan 2000–2008 se-Kalsel (2008).

Menulis sejak akhir tahun 1980-an. Karya-karyanya berupa puisi, cerpen, kritik, esai sastra, serta artikel umum lainnya (dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan keagamaan) tersebar di media massa lokal, nasional, dan internasional antara lain; Banjarmasin Post, Radar Banjarmasin, Media Kalimantan, Media Masyarakat, Bali Post, Koran Tempo, Kompas, Swadesi, Gong, Matra, Basis, Horison, Dewan Sastera (Kuala Lumpur, Malaysia), Jurnal Cerpen Indonesia, Jurnal Rumahlebah Ruang-puisi, Jurnal Ilmiah Widyaparwa, Jurnal Kebudayaan Kandil.

Berkat dedikasi dan prestasi kepengarangannya tahun 2006 ia dinobatkan sebagai salah satu penerima Hadiah Seni dari Gubernur Kalimantan Selatan (bidang sastra); tahun 2007 terpilih sebagai penerima Penghargaan Sastra dari Kepala Balai Bahasa Banjarmasin (untuk bidang penulisan cerpen); tahun 2015 terpilih sebagai penerima Anugerah Budaya dari Gubernur Kalsel; tahun 2015 dinobatkan sebagai salah seorang dari sepuluh alumnus berprestasi penerima Alumni Award dari STKIP PGRI Banjarmasin; tahun 2015 buku kajian sastranya SASTRA DI TAPAL BATAS dinobatkan sebagai pemenang Hadiah Sastra majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) untuk kategori karya nonkreatif dari Pemerintah Malaysia; dan pada tahun 2017 Novel bahasa Banjarnya PAMBATANGAN terpilih sebagai penerima Hadiah Rancage dari Yayasan Kebudayaan Rancage, Bandung.

Buku-bukunya yang sudah diterbitkan, antara lain; Untuk Sebuah Pengabdian (Balai Pustaka, 1995), Mengenal Teknologi Penerbangan dan Antariksa (Adicita Karya Nusa, 1998), Di Bawah Matahari Terminal (Adicita Karya Nusa, 2001), Problematik Pembelajaran Bahasa dan Sastra (Adicita Karya Nusa, 2003), Galuh; Sakindit Kisdap Banjar (Radar Banjarmasin Press; 2005), Penyesalan Sang Pemburu (Pabelan Cerdas Nusantara, 2005), Bulan di Pucuk Cemara (Gama Media dan LPKPK, 2006), Debur Ombak Guruh Gelombang (Tahura Media, 2009), Bintang Kecil di Langit yang Kelam (Tahura Media, 2009), Guruku Tidak Kencing Berlari (Tahura Media, 2010), Tragika Sang Pecinta: Gayutan Sufistik Sajak-sajak Ajamuddin Tifani (Akar Indonesia, 2010), Sastra di Tapal Batas: Tradisi Cerpen Banjar 1980-2000(Tahura Media, 2012), Inspiring Teacher: 7 Zona Pemantik Sukses Menjadi Guru Inspiratif, 2 Jilid (PT Elex Media Komputindo, 2013), Kitab Cinta (Scripta Cendikia, 2014),  Sastra Banjar: Refleksi Historis dan Tinjauan Kritis (Pustaka Banua, 2015), Sajak Sepanjang Trotoar (Tahura Media, 2016), Pengkajian Drama: Pengantar Teori, Metodologi, dan Aplikasi (Akar Indonesia, 2016), Pendekatan Kajian Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas (Scripta Cendikia, 2016), Pambatangan (Tahura Media, 2016) Agama Cinta (Quanta, 2019) Inspiring Headmaster (PT Elex Media Komputindo, 2019), Senandika Sepilihan Esai Sastra (Tare Books, 2020).

MIKA AUGUST

Adalah nama beken dari Gusti Muhammad Setya Aryandi Iman. Lahir di Martapura pada 24 Juni 1993. Mika adalah seorang penari, pemural yang setiap malam menghabiskan waktu dengan menggambar di Mingguraya, Banjarbaru. Pada bidang seni rupa, ia geluti semenjak masih di taman kanak-kanak dan sekarang berfokus kepada gambar-gambar sketsa, ilustrasi, dan juga mural grafiti. Sering menerima comissin works seperti pemesanan sketsa, ilustrasi buku, mural untuk cafe, hotel, dan sebagainya. Buku perdananya Rendezvous Adicita Bunga tentang filosofi bunga, yang dilengkapi ilustrasi yang dibuatnya sendiri, terbit tahun  2020. Bersama Hudan Nur, HE. Benyamine, dan Ananda Perdana Anwar pernah berkolaborasi dalam buku aghh… (Zukzez Ekspres, 2020)[email protected]

 

Facebook Comments