Jadi, dalam jangka waktu satu bulan pasca deklarasinya di awal Desember tahun kemarin, #Seman9atMuda sebagai forum kreatifitas di Banjarbaru telah mendatangi ke beberapa sekolahan dan sejumlah kampus. But, hal demikian bukanlah suatu sosialisasi atau seminar ala-ala “Cara Cepat Menjadi Miliyuner”. Bukan, ini bukan momentum seperti yang pernah terbesit di pikiran.

Putra Qomaludin Attar sebagai founder lahirnya gerakan ini dalam satu ketika berucap, tak menyangka, gerakan yang pada mulanya hanya muncul dalam pikiran malah menjadi gerakan yang masiv, dan di luar dugaan. Hal yang termasuk di luar dugaan itu yakni banyaknya kolega dia yang lain mengharapkan adanya gerakan yang sama di luar Kota Banjarbaru. Semisal #Seman9atMuda untuk Banjarmasin, #Seman9atMuda untuk Martapura, atau bahkan #Semang9atMuda untuk Kalimantan Selatan. Whatever, jangan terlalu mencemaskan apa pun yang terjadi, semua bisa saja berubah dalam sekejap.

Tidak terlampau jauh dari visi Kota, forum ini tercipa menjadi wadah, atau mediasi, atau gang sempit, atau bahkan penjembatan yang kokoh menyebrangkan suara, aspirasi, bahkan keinginan segelintir semangat dari anak muda di bidang usaha, misalnya, atau di bidang kreatif yang menghasilkan layaknya badan usaha, industry kreatif.

Untuk menuliskan artikel sepanjang ini, yang harus saya lakukan adalah mengiringi gerakan ini secara pribadi. Kurang etis rasanya saya menuliskan sesuatu hanya menilai dari luarnya saja.

Terlepas dari urusan itu semua, forum ini berhasil, atau bahkan banyak sekali mengumpulkan para anak muda yang tersebar di beberapa wilayah untuk andil dalam memajukannya. Sesekali di luar urusan ini, saya mendapati respon yang begitu massif. Semisal, geliat semangat yang justru terlalu besar, menjadi massa. Keterkaitannya akan politik, serta urusan kepartaian. Meski keberadaan #Seman9atMuda sekilas tak bisa terpisahkan dari foundernya Putra Qomaludin, -yang tentangnya akan saya beberkan di catatan lain-.

#Semn9atMuda yang bermula dari keinginan seorang Qomal membuat wadah perkumpulan komunitas agar melek ke dunia usaha, marketing online, pelatihan, workshop dan lainnya, kini tumbuh menjadi wadah komunikasi silaturahmi dari beberapa komunitas lintas genre malahan. Poinnya tak jauh agar para pengguna usaha mampu bergeliat pada bidang kreatif di Banjarbaru, atau menyuarakan aspirasinya ke pemerintahan. Forum ini berusaha memberikan pemahaman betapa, Banjarbaru menjadi kesempatan besar bagi generasi muda yang mau belajar dari beberapa “Orang-orang Berpengalaman”.

Layaknya jaring laba-laba yang saling berhubungan menuju satu titik, dari keterampilan yang melibatkan fisik seperti olahraga, mekanik, motor, sampai keterampilan yang memanjakan mata dan pendengaran layaknya kesenian musik, tarian, hingga aroma kebudayaan. Yang kelak, di pertengahan bulan ini, kegiatan besar telah diagendakan melibatkan sejumlah bidang itu sebagai “Hari Kreatif Banjarbaru”. Ya bisa-bisa saja, kan.

Teman yang juga sahabat saya di bidang kesenian, Novyandi Saputra dalam forum pertemuan di delik publik membeberkan, keberadaan insan muda dalam ragam aksi dan budayanya menjadi indikator Banjarbaru sebagai “Ibukota Kebudayaan Masa Depan”. Hal itu, lanjut Novy, senada dengan visi Kota Banjarbaru. Ia pun telah menyampaikan gerakan demi gerakan tersebut ke Walikota. Mahakarya Banjarbaru sebagai yayasan juga akan berkolektif dengan beberapa profesi serta pegiat seni untuk mewujudkan suatu gairah dalam pertunjukkan atau event sebagai penanda Banjarbaru punya SDM yang tidak sedikit, dan tentu sangat bisa diandalkan.

Pendapat ini subjektif sekali, tapi tak bisa dipungkiri. #Seman9atMuda menjadi buah dari pemikiran kolaborasi lintas profesi.

***

Pada kesempatan lainnya, Owner Rumah Koding Indonesia yang juga seorang programer Rifqie Rusyadi bersama Onwer Syihab Phone Zeid Syihab menyampaikan, Banjarbaru bisa saja menjadi “Silicon Valley” nya Kalimantan Selatan, melihat keinginan dan ide satu persatu kian terwujud.

Keinginan Qomal sebagai founder tak lepas dari upayanya membangun dan merangkul sejumlah orang-orang agar bisa mandiri. Menurutnya, dulu sekali semasa ia merintis karier di bidang usaha, tidak ada orang-orang yang menyampaikan atau membukakan langkah sebagaimana langkah dan upaya yang menjadi bahan bakar #Seman9atMuda seperti sekarang ini. Mengumpulkan sejumlah orang dengan berbagai bidang agar bisa memberikan manfaat kepada mereka yang memang menginginkan tapi belum ketemu jalurnya. Saling memberikan voucher diskon dan mempromokan usaha masing-masing, itu, sih kemarin yang sempat saya tangkap. Hap!

Bersama #Seman9atmuda, saya pribadi membuka dan mempertajam pola pikir, menyerap apa yang ada dalam kepala orang-orang di sekitar. Belajar menelaah apa yang sudah dilakukan, dan apa yang akan dilakukan, lagi. Kita tak pernah tahu, sampai di mana perjuangan bisa berakhir.

Facebook Comments