BPDASHL Barito "AYO MENANAM"


Salam,

Sampailah kita pada pengumuman tiga karya terpilih Promising Writers – Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2020.

Ada banyak lomba, sayembara, festival, anugerah, dan penghargaan, yang berkaitan dengan karya sastra. Tiap kegiatan ini melakukan pemilihan, kurasi, serta penilaian terhadap karya, yang kemudian menghasilkan karya-karya terpilih atau pemenang.

Begitu pula Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2020, melakukan seleksi, kurasi, terhadap karya yang diikutkan dalam Promising Writers, sebagai salah satu upaya pembacaan dan penilaian terhadap karya-karya yang telah dihasilkan para penulis.

Panitia Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2020 menerima sebanyak 116 judul buku dari 105 penulis (sebagian penulis mengirimkan karya lebih dari satu judul), terdiri dari buku puisi 66 judul, cerpen 27 judul, dan novel 23 judul.

Dari hasil kurasi, terpilih tiga karya (satu buku kumpulan puisi, satu buku kumpulan cerpen, dan satu buku novel) yang dinilai sebagai karya yang lahir dari penulis menjanjikan dalam memberikan warna dan kebaruan pada sastra Indonesia.

Tiga karya yang terpilih dalam Promising Writers- Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2020 tersebut, yakni:

Mimpi-Mimpi Kita Setinggi Rumputan (Kumpulan Puisi) karya Norrahman Alif
Betapa Kita Belum Beranjak Dari Pertanyaan Tentang Cinta (Kumpulan Cerpen) karya Asef Saeful Anwal
Samaran (Novel) karya Dadang Ari Murtono

Kumpulan puisi Mimpi-Mimpi Kita Setinggi Rumputan memiliki kecemerlangan dalam menghadirkan memori yang berkelindan pada diri penyair. Kumpulan puisi ini banyak menyuguhkan kenangan akan kampung halaman; Jurang Ara, dengan daya ungkap dan diksi yang segar, jujur, serta sudut puitik yang beda. Pada alam, sawah, penyair tak terjebak akan pesona panorama; langit yang biru dan luas, padi-padi menguning dan lambaian pepohonan, melainkan kepada sebenarnya hidup dan keyakinan yang bergulat setiap waktu di sana. Puisi-puisi ini seakan pacul petani yang membongkar tanah-tanah kering dan tandus dalam pikiran dan dada kita.

Kumpulan cerpen Betapa Kita Belum Beranjak Dari Pertanyaan Tentang Cinta berhasil menyajikan tema-tema “berat” dengan cara ringan, menarik, namun tetap tak kehilangan daya pikatnya. Tokoh-tokoh semacam demonstran, orang gila, pelayan warteg, dan pelacur dikisahkan dalam belitan-belitan cinta yang unik dan kompleks. Cerpen-cerpen dalam buku ini punya gaya yang bervariatif, tidak monoton pada satu template. Kekuatan paling menonjol dari buku kumpulan cerpen ini adalah keberanian dan kemampuan penulis bereksperimen dalam bentuk dan gaya bercerita, tanpa jatuh pada “kekenesan” semata.

Novel Samaran menyuguhkan sebuah dunia imajinatif, yakni kampung bernama Samaran, yang asing namun terasa akrab dalam kehidupan keseharian kita. Unsur agama, budaya, sejarah, dan mitos saling berpilin, ketat, dan solid, dalam penceritaan bergaya maju-mundur yang disajikan secara cermat dan lihai. Tokoh-tokoh yang tampak absurd dan ajaib mampu dihadirkan dengan sangat meyakinkan, didukung detil latar cerita yang kuat, dan saling terhubung dalam sebuah simpul magis; kampung Samaran.

Demikianlah tiga karya terpilih dalam program Promising Writers – Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2020. Kurator: Sandi Firly, Harie Insani Putra.

Selamat dan terima kasih semuanya. Tetap sehat dan terus berkarya penulis Indonesia.

Banjarbaru, 24 November 2020

Panitia
Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2020


Catatan redaksi: Isi tulisan/catatan/pengumuman di atas dimuat seutuhnya dari rilis yang dibuat oleh Panitia Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2020
Facebook Comments