Jelang pukul 19.00 tadi malam (21/3) sepanjang Jalan Panglima Batur Timur rinai gerimis belum juga beranjak. Beberapa kru film Suatu Malam, Ketika Puisi Tak Mampu Ia Tulis Lagi yang filmnya akan ditayangkan meramaikan acara merasa cemas dengan tamu undangan yang kemungkinan tak bisa hadir karena cuaca.

Namun Grand Opening Misbar Banjarbaru harus tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah lama direncanakan. Malam yang menjadi momentum sejarah atas sebuah bangunan yang tiga tahunan terbengkalai tanpa program dan kepastian pengelolaan. Sejak awal Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) RI mencanangkan Mini Bioskop Misbar diperuntukkan dan dikelola oleh komunitas.

Pada akhir tahun 2021 Wali Kota Banjarbaru telah menyampaikan bahwa pengelolaan Misbar akan diserahkan kepada komunitas yang aktif dan mempunyai track record di bidang kegiatan pertunjukan dan kontinyu memiliki napas panjang serta agenda. Selang beberapa waktu HM Aditya Mufti Ariffin memanggil Kepala Disporabudpar Hidayaturrahman, Hudan Nur, dan HE Benyamine dalam pertemuan membahas pengelolaan Misbar di Balai Kota Pemkot Banjarbaru.

Mengingat ada dua tempat yang baru dibenahi oleh Disporabudpar dan keduanya memiliki ruang pertunjukan maka ruang itu akan dikembalikan kepada peruntukan awal musabab dibangunnya. Dua tempat itu ialah Misbar dan Mess L.

Wali Kota berharap Misbar dikelola Akademi Bangku Panjang Mingguraya dan panggung pertunjukan di Mess L dikelola Dewan Kesenian Daerah Kota Banjarbaru.

Setelah proses panjang dan prosedur administrasi yang berlapis, Kabag Tata Pemerintahan mempertemukan Kabag Hukum, Kadisporabudpar, dan pihak Akademi Bangku Panjang Mingguraya dalam pembahasan draft PKS kerjasama pengelolaan Misbar dari Pemerintah Kota Banjarbaru ke Komunitas. Dan malam kemarin sampailah pada sesi seremoni kerja sama dari Pemerintah Kota Banjarbaru ke Akademi Bangku Panjang Mingguraya.

Foto bersama usai serah terima kontrak kerja sama antara Pemkot Banjarbaru dengan Akademi Bangku Panjang Mingguraya

Wali Kota Banjarbaru yang diwakili Wakil Wali Kota, Wartono secara simbolis menyerahkan kontrak kerja sama kepada Direktur Akademi Bangku Panjang Mingguraya disambut riuh tepuk tangan para undangan. Kontrak kerja sama ditandatangani oleh Kadisporabudpar, Ahmad Yani yang mendapat mandat dari Wali Kota Banjarbaru dengan HE. Benyamine, Akademi Bangku Panjang Mingguraya. Nampak hadir Pimpinan Bank Kalsel Cabang Banjarbaru, Direktur Keuangan PT Tanjung Alam Jaya, Kepala Satpol PP Banjarbaru, PLT Kadis Pendidikan, Kabag Tata Pemerintahan, Lurah Mentaos, Kadisporabudpar, dan Camat Banjarbaru Utara.

Selain mengundang jajaran SKPD, komunitas-komunitas juga secara eksklusif datang antara lain; Ngerujaks Production, Share Project, Bias Film, Smekma Production, Komunitas Film SMK Telkom Banjarbaru, Komunitas Film SMKN 1 Banjarbaru, Pawadahan Nanang Galuh Banjarbaru, dan Rumah Limbah Banjarbaru.

Wakil Wali Kota Banjarbaru cum Ketua Umum Dewan Kesenian Kota Banjarbaru dalam kesempatan itu mengatakan bahwa Misbar menjadi ruang yang memungkinkan pelaku ekonomi kreatif dan para sineas terfasilitasi khususnya bidang seni untuk terus berinovasi dan bersinergi dengan banyak pihak.

“Sebelumnya Misbar Banjarbaru telah resmi diluncurkan namun dalam Soft Launching, Namun malam ini Grand Launchingnya,” ungkap HE. Benyamine, Direktur Misbar Banjarbaru di sela sambutannya. Di Indonesia Misbar hanya ada di tiga lokasi yaitu Purbalingga, Banjarbaru, dan Kupang. “Dan kita patut bersyukur karena Misbar satu-satunya di Kalimantan dan berada di ibukota Kalimantan Selatan. Akademi Bangku Panjang Mingguraya hanya menjadi payung pengelola karena nantinya akan merekrut rekan-rekan komunitas sevisi” Lanjut Bang Ben yang juga mengelola event puisi bulanan di Panggung Bundar Mingguraya.

Setelah seremoni serah kontrak kerja sama, Direktur Misbar Banjarbaru juga mengumumkan 3 personil utama yang akan membantu mengoperasionalkan Misbar sebagai ruang kreatif bagi pertunjukan dan bioskop. Mereka adalah Novyandi Saputra yang bertugas sebagai Manager Program sekaligus mengepalai divisi pertunjukan, Ade Hidayat penanggungjawab divisi perfilman, dan Andri Alfianoor penanggungjawab divisi operator.

“Banyak PR yang harus dikerjakan dan dibenahi agar Misbar Banjarbaru layak beroperasi sebagaimana mestinya,” ungkap Ade Hidayat kepada redaksi asyikasyik. Menurutnya PR terbesar selain membenani sarana yang telah ada yaitu mengeksekusi daftar kebutuhan mendesak dan kesiapan April 2022. Hal ini merupakan tantangan tersendiri, bagaimana komunitas melakukan gebrakan dan inovasi di bidang ekonomi kreatif.

Sesi berikutnya sebelum menutup acara seremoni tersebut adalah pemutaran film pendek produksi asyikasyik.com yang pada waktu bersamaan serentak ditayangkan dipelbagai kota di tanah air. https://asyikasyik.com/film-besutan-sutradara-kin-muhammad-tayang-serentak-21-maret/  Film besutan sutradara Kin Muhammad tersebut menandai Perayaan Hari Puisi Sedunia yang ditetapkan UNESCO 21 Maret. Penonton yang belum sempat menyaksikan film tersebut masih memilik kesempatan hingga 24/3 karena pengelola misbar menyuguhkan 3 film pendek yang dibandrol dengan harga tiket 15 ribu rupiah. Ayo, ajak kolega, keluarga, pasangan, dan relasi Anda ke Misbar!

Pengelola juga menyediakan jas hujan karena misbar atau gerimis bareng rasanya sangat asyik bila saat menonton film ditemani rinai tipis-tipis hujan. Mengingat area misbar adalah area terbuka tanpa kanopi atau atap pelindung. Mari rasakan [email protected]

 

 

 

 

 

 

 

 

hggy

Facebook Comments