Lomba video baca puisi Piala Paman Birin memasuki gelombang kedua kuota pendaftaran peserta. Lomba ini banyak menyedot antusias para pegiat puisi khususnya mereka yang berkhidmat sebagai pembaca puisi. Kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Teater Kita Banjarmasin ini seperti yang diumumkan diposter berhadiah total 50 juta rupiah. 25 juta rupiah untuk juara utama, 4 juara terbaik dan 1 juara favorit masing-masing 5 juta rupiah.

Pendaftaran dan pengumpulan video berlangsung tiga gelombang sejak 20 Desember 2021 hingga 20 Januari 2022. Satu peserta boleh mengirimkan maksimal tiga video dengan judul puisi yang berbeda seperti yang dijelaskan Yadi Muryadi, panitia utama Lomba Video Baca Puisi Piala Paman Birin. “Setiap peserta boleh mengirimkan video dengan karya yang berbeda,”terang Yadi Muryadi kepada tim redaksi di Mingguraya pada 8/1/2022.

Sebagaimana pengumuman yang sudah dirilis panitia lewat Instagram menyebut bahwa lomba ini adalah lomba video baca puisi yang diambil dari Antologi YANG BAJIK DAN BERCAHAYA.

Pembacaan puisi yang menjangkau fungsi rekreatif dan estetis sebuah karya sastra diharapkan memberikan hiburan yang menyenangkan bagi penikmat dan pembacanya. “Lomba ini mengadaptasi puitisasi Al-Qurán yang dulu pernah hits di zaman aku dan Paman Birin,”papar Yadi dengan senyum khasnya.

Tema religius keislaman yang diusung dalam lomba kali ini adalah penyambung estafet giat puisi dengan varian kegiatannya. Sebelumnya lomba serupa juga pernah dilaksanakan tetapi skopnya belum se-Nusantara. Ini kali pertama digelar pada masa pemerintahan Paman Birin cum Gubernur Kalimantan Selatan periode kedua dengan melibatkan seluruh masyarakat Indonesia dengan batas 1000 peserta.

Adapun tim juri yang akan menilai lomba kali ini yaitu Peri Sandi Huizche, Micky Hidayat, dan Sutardji Calzoum Bachri. “Nantinya 6 pemenang akan diundang ke Banua pada sesi penyerahan hadiah di Kiram bulan Februari mendatang,”pungkas Yadi.

Dengan adanya lomba video baca puisi ini tentu akan menambah khasanah, syukur-syukur melahirkan corak baru dalam pembacaan puisi. Semoga bidang sastra lainnya juga bisa disentuh oleh Paman Birin, tak hanya pertunjukan puisi panggung tetapi teks sebagaimana ruh sastra itu sendiri dalam bentuk lomba manuskrip puisi dan manuskrip novel. [email protected]

 

 

 

Facebook Comments