BOLEH jadi ini tahun keberuntungannya “orang gila”. Terserah mau dimaknai bagaimana keberuntungan itu. Setidaknya belakangan orang gila ramai diberitakan, dibicarakan, didebatkan oleh orang-orang yang merasa waras. Ya, tidak lain karena orang gila tahun depan diperbolehkan ikutan nyoblos di pemilu.

Tetapi kita tidak sedang membicarakan “orang gila” semacam itu. Ini tentang “orang gila” yang lain. Yakni terkait dengan karya sastra. Begini, lantaran penulis Tjak S. Parlan yang terpilih sebagai salah satu promising writer Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festial 2018 (bersama Isbedy Stiawan ZS dan Faidi Rizal Alief) tidak dapat datang menghadiri acara di Banjarbaru, novel berjudul “Orang-Orang Gila” (terbitan MOJOK) karya Han Gagas yang berdasarkan kurasi masuk nominasi dan berada di bawah tiga karya penulis di atas, akhirnya secara otomatis dipilih sebagai pengganti.

Tjak S. Parlan tidak bisa datang ke Banjarbaru, maka kami menggantinya dengan penulis lain yang telah dinominasikan oleh kurator, yakni Han Gagas. Begitu pesan yang dikirimkan panitia ke redaksi asyikasyik.com.

Han Gagas pun merasa ini suatu jalan yang telah ditentukan bagi dirinya sehingga berkesempatan hadir ke acara Rainy Day lewat karyanya “Orang-Orang Gila”.

Keluyuran ke Banjarbaru Rainy Days Festival 2018

Jumat ini sy rencana mau ke Banjarbaru, Kalsel.

Akhir-akhir ini sy merenung, dlm thn ini sy merasa terlalu banyak bepergian, tp mungkin itu sudah jalan yg memang harus ditempuh.

Ketika tiba di titik itu, yg dapat aku lakukan adalah menerima kenyataan. Dan dengan cara begitu, aku dapat bertahan….

Maksudku, segala sesuatu sepertinya telah ditentukan sejak awal -rasanya aku selalu mengikuti jalan yg ditentukan orang lain untukku.

 

Begitu tulisnya di FB (Selasa, 27 November 2018— tanpa mengubah sedikit pun tulisannya) dilengkapi foto KTP yang diminta oleh panitia, dan di sana tertera nama aslinya: Rudy Hartoro, S.T

Tjak S. Parlan yang ketika ditanya lewat chat FB memang mengaku tidak bisa berhadir ke Banjarbaru disebabkan kesibukan yang tak bisa ditinggalkannya di Mataram.

… saya tak bisa datang, meski sebenarnya ingin

Ada beberapa hal yang sedang ‘berlangsung’ saya kerjakan, dan ternyata di tanggal itu saya masih harus di Mataram.

Begitu jawab Tjak S. Parlan dalam chattingannya.

Jadilah “Orang-Orang Gila” mengantarkan Han Gagas ke Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festial 2018, sebagai pengganti.

Dalam catatan kurator, novel “Orang-Orang Gila” memang dinominasikan sebagai promising writer, hanya saja masih berada di bawah tiga pilihan yang telah ditetapkan. Namun kurator memberikan catatan, apabila salah satu dari tiga terpilih itu ada yang tidak bisa datang berhadir, maka novel “Orang-Orang Gila” inilah sebagai penggantinya.

Han Gagas memang keranjingan menulis tentang orang gila. Selain novel “Orang-Orang Gila” cerpen-cerpennya pun juga begitu, seperti pada buku kumpulan cerpennya “Catatan Orang Gila” (terbitan Gramedia).

Tentu jadi pertanyaan; mengapa Han Gagas seperti tergila-gila menuliskan tentang orang gila?

Ada beberapa orang yang dekat dengan saya mengalami gangguan jiwa. Ada tetangga,  saudara jauh,  juga teman yang menjalani rawat inap di RSJ Surakarta.

Bagi saya hidup mereka harus ditulis karena begitu tragis. Selain bunuh diri,  hal yang tragis lain adalah kegilaan.

Begitu jawab Han Gagas saat diwawancarai asyikasyik.com lewat chatting FB. Kehidupan orang gila yang tragis ini rupanya telah menyentuh hatinya.

Saya kadang diajak menjenguk pasien RSJ, di sana saya terenyuh.  Ada banyak orang sakit jiwa karena tekanan, banyak pasien wanita yang mengalami presure dari suami,  bapaknya,  atau pacar.

Nah, dari keterangan Han itu perlu juga diperhatikan; jangan sering-sering menekan orang-orang dekat kita, karena bisa fatal akibatnya. Dan kepedulian Han tidak hanya dengan menuliskan kisah-kisah mereka, tetapi juga dalam bentuk “kerja nyata” yakni dengan mengelola komunitas khusus berkaitan dengan mental.

Saya ikut mengelola komunitas grup WA Mental Help, di sana banyak juga curahan hati pengidap skizofrenia. Itu semacam pekerjaan sosial saya,  mendampingi para pengidap gangguan jiwa,  skizofrenia.

Ok, bila di antara pembaca ada yang merasa mulai mengalami gangguan mental (asal bukan gangguan keuangan), kayaknya bisa ikutan gabung. Atau, konsultasi langsung nanti bila ketemu di acara Rainy Day, Banjarbaru, yang segera [email protected]

Facebook Comments