Diary Anak Kecil

Bumi sedang jeda, jangan ke mana-mana.

Ayah menghibur kami malam itu,
ketika aku bilang aku takut mendengar berita kematian
lalu besok-besok ruang tamu menjadi kantornya
depan tv menjelma ruang kelas
Ibu guru berkunjung lewat ponsel Ibu
menumpahkan seisi ilmu yang tidak ibuku mengerti
hari-hari menjadi aneh bagiku
jam tidur dan jam makan berubah-ubah
ayah lupa hari dan tanggal
kadang rapat tapi belum mandi
aku tidak mengerti apapun
selain cuci tangan pakai sabun
kakak tertawa lalu menangis di depan laptop
pasti sedang menonton drakor

kupandangi masker pemberian tetangga
aku rindu bermain bola di lapangan sekolah.

Banjarmasin, April 2020


Kisah Orang Miskin di Suatu Negeri

Ibu bilang kita jangan ke mana-mana
sebab tampang kucelku membawa penyakit
orang-orang kaya mungkin akan membunuhku
dengan tatapannya yang setajam pisau dapur

Ayah berkata bermainlah di rumah saja
sebab ada yang bilang kemiskinan kami menularkan wabah
di balik jendela, ada yang ketakutan setengah mati
dia tidak tahu kata-kata lebih tajam dari belati

Nyeri perlahan-lahan menjalari seluruh jiwaku
tak peduli risau teman-teman soal kuota yang sekarat
tanganku gemetar menahan lapar
sudah sekian hari tak makan nasi

Indonesia, April 2020


Facebook Comments