Memulai tahun ajaran baru, sebagian besar sekolah di Kabupaten Banjar sudah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) sejak kemarin, Senin (12/7). Total 801 dari 927 sekolah dari tingkat PAUD hingga SMP se-Kabupaten Banjar. Sisa 126 sekolah yang belum bisa melaksanakan PTM lantaran masih belum memenuhi syarat.

Pelaksanaan PTM ini sendiri tak lepas dari dukungan pemerintah daerah, termasuk wakil rakyat di rumah Banjar dalam menyampaikan aspirasi masyarakat agar PTM bisa dilaksanakan. Ketua Komisi IV DPRD Banjar, Ahmad Sarwani mengatakan sangat mendukung suksesnya PTM di Kabupaten Banjar. Sebab PTM sebagai sarana untuk memberikan asupan ilmu pengatahuan untuk anak didik.

“Makanya PTM di Kabupaten Banjar tidak mewajibkan anak didiknya ikut dalam pembelajaran tatap muka. Makanya jika orangtua tidak mengizinkan anaknya ikut PTM, maka pihak sekolah harus memberikan fasilitas belajar daring,” kata Sarwani.

Alasan lainnya, tidak semua wilayah ada fasilitas internet untuk dapat melakukan pembelajaran secara daring. “Juga mengintat tidak semua para orangtua dapat mengontrol anaknya jika tidak ada pembelajaran tatap muka,” terang Syarwani.

PTM sendiri sudah disepakati sejak Maret lalu, dengan memenuhi persyaratan dari Kemendikbud RI. Di antaranya harus dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, semua guru sudah divaksin termasuk tenaga kependidikan, sarana prasana prokes, adanya tim gugus tugas pihak sekolah, dan tentunya dipantau tim gugus tugas daerah.

Di sisi lain, Sarwani mengakui juga ada dilematis di tengah munculnya virus Corona varian baru. “Kami Komisi IV akan menyiapkan strategi dan langkah-langkah. Nanti kami akan rapat lintas sektoral dengan Polres, Kodim, Dinkes, Disdik, dan Kemenag,” pungkas [email protected]

Facebook Comments