AOI Creative didukung Suryanation menggelar Jazz Keliling bersama enam band  manggung di Warung Initih, Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Komet, Kota Banjarbaru. Sejumlah personil band memainkan alat musik biola, terompet, drum, gitar, bass dan piano, mengalunkan musik Jazz di sudut Kota Idaman tersebut.

Band yang tampil bergiliran di antaranya, yaitu Padepokan Nurlela, Long Chair, Big Secret, Islan dan Ersya El Quando sebagai penutup acara, hanya saja Kawesuper sebagaimana pengawal dari band itu tak jadi manggung karena mempertimbangkan waktu. Warna-warni gigs terpancar, Dimas Lazuardi dan Cendekia Neo Taruna Putra memandu acara mulai pukul 19.30-23.00 Wita, terlaksana dengan syahdu dan tawa para penonton.

“Rencana kita gelar bulanan, sesuai namanya Jazz Keliling. Tidak hanya di sini, tetapi kita akan manggung ke beberapa tempat kafe yang ada di Banjarbaru. Ini merupakan kali kedua kami menggelar, sebelumnya di Kafe Alaska,” ucap Surya Darma kepada Asyikasyik.com, pada Senin (27/2/2023) malam.

Lelaki yang akrab disapa Aya ini mengaku pihaknya ingin fokus menggelar Jazz Keliling di Banjarbaru.

Namun, menurutnya tidak kemungkinan juga pihaknya akan menggelar di Kota Banjarmasin sebagai tour Jazz ke depannya. “Tidak bisa kita bocorkan lagi terkait kafe selanjutnya di mana, sebab ada beberapa kafe yang menawarkan ke kami. Ada tiga kafe yang sudah masuk list, namun masih kami pertimbangkan lagi,” ungkap Aya, lelaki kelahiran 1986 itu.

Aya pun menjelaskan band-band bergenre Jazz ini tampil bergiliran sesuai jadwal yang ditetapkannya. Dengan skena yang dibuat, dia memutar band-band ini sebagaimana warna panggung Jazz yang di gelar nantinya.

“Kami sifatnya rolling atau bergiliran. Misalnya empat band yang kemarin tampil tetap main, dan ditambah dua band baru yang dijadikan rolling berterusan. Satu atau dua yang disisihkan untuk manggung di bulan selanjutnya,” kata Aya.

Tahun 2008, Aya menceritakan iklim band Jazz pernah bersinar dengan skena yang dinamis. Namun, dia mengakui bahwa waktu itu cuma diminati hanya kelompok tertentu saja dan sebagian kaum tua yang menyukai Jazz.

“Tahun 2010 sebelumnya, memang banyak kelompok tua. Tahun selanjutnya, mulai dilirik oleh kawula muda pada generasi Milenial. Stigma grup Jazz dahulu sudah berubah, kini perkembangan musik band lebih maju dan mendekatkan ke generasi sekarang,” ungkap Aya, tersenyum.

Pemuda asal Banjarbaru ini telah menapaki band sejak lama, terlebih ketika ia tergabung dalam merintis Band Kawe Super. Skena yang dibangun sekarang, Aya ingin mengumpulkan sejumlah band lama, serta band baru yang tergabung cuma hanya menyalurkan bakatnya ketika senang bermusik.

Facebook Comments