Ilustras: Nida K, 9 tahun

Senja Itu Adalah Kamu

Berbicara senja
Adalah kelepak kita menuju pulang
Mencium bau anggrek di halaman
Menciumi punggung waktu
Rumah yang hangat
Keluh kesah sesekali, tak mengapa
Diiringi celoteh, rengek serta terkadang derai airmata dan
kemudian berganti riuh rendah tawa.

Dan, senja selalu kita nikmati pada waktu milik kita
Senja kita bersama, senja keemasan yang selalu dihantarkan
Penuh kehangatan
Menyambut kita pulang
Setelah seharian berjibaku dengan waktu

Senja itu adalah kamu
Hanya sesederhana itu

Kotabaru, 28 september 2018


Tanda Tanya

Kita pernah punya puluhan bahkan ribuan kata-kata
Berterbangan di udara
Merayap, membubung ke angkasa
Ego muda, sebuah kesombongan eksistensi yang menghibur hati kala lara sepi
.
Kita pernah berjuang bersama-sama
Menertawakan banyak kekonyolan-kekonyolan
Kegetiran saat jatuh dan erangan saat mencoba bangun dan merangkak.

Saat kita semakin tua
Akukah yang memilih pergi?
Diakah yang memilih pergi?
Atau engkau yang semakin tak mampu dimengerti?

Kotabaru, Juli 2020


Mungkin

Facebook Comments