KOMISI IV DPRD dukung imbauan Bupati Kabupaten Banjar agar seluruh lapisan masyarakat melaksanakan kegiatan pembacaan Shalawat Burdah sebagai upaya menangkal penyebaran wabah Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Banjar.

Ajakan sebagai upaya memohon doa kepada sang Allah SWT agar pandemi Covid-19 di Kabupaten Banjar cepat berlalu, disamping melakukan berbagai upaya sebagai ikhtiar melawan wabah covid-19.

Ajakan Kepala Daerah tersebut pun ternyata, mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi IV DPRD dari Fraksi PKB Kabupaten Banjar, M. Zaini, dan menilai kegiatan membaca Burdah keliling dipercaya masyarakat muslim di Kalimantan Selatan, khusus di Kabupaten Banjar sebagai upaya untuk menolak bala atau musibah yang sudah menjadi kearifan lokal.

“Korelasi membaca Shalawat Burdah dengan menangkal wabah covid-19, menurut penilaian saya sebagai harapan masyarakat dalam memanjatkan doa agar terhindar dan wabah Covid-19 segara berlalu. Kita ketahui bersama, hari ini berbagai kekuatan orang-orang pintar, hebat, para ahli, hingga dokter sangat kebingungan untuk mengatasi penyebaran wabah covid-19 yang kian membesar,” ujarnya pada, Kamis (12/8/2021).

M. Zaini yang aktif sebagai Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar menjelaskan, selain tetap mentaati dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 dengan 5 M (Menjaga Jarak, Mengenakan Masker, Mencuci Tangan, Menjauhi Kerumunan, dan Mobilitas). Masyarakat pun tentunya harus memanjat doa.

“Kita harus menerapkan 5 M +1 D, yakni Doa. Sehingga, melalui kegiatan membaca Shalawat Burdah inilah, kita berharap bala atau musibah wabah covid-19 segera diangkat oleh Allah SWT. Bahkan, saat kegiatan membaca Shalawat Burdah sembari memboyong Kitab Bukhari dipercaya umat muslim doa kita akan diijabah atau terkabulkan,” tuturnya.

Kendati, melaksanakan kegiatan membaca Shalawat Burdah dipercaya dapat menolak bala atau dihindarkan dari musibah.Namun papar M Zaini lebih jauh, jangan sampai ikhtiarnya malah tidak dilaksanakan, yakni 5 M.

“Jadi, jangan sampai kita abai terhadap ikhtiar lainnya, yakni tetap menerapkan 5 M,” [email protected]

Facebook Comments