Suasana alam nan asri dan sejuk, berlokasi di Sungai Andai Banjarmasin, Rumah Alam bukan hanya membuka kelas menjahit, kerajinan dan kuliner, tetapi juga memfasilitasi anak-anak belia hingga remaja untuk belajar biola setiap hari Selasa. Diajar seorang guru berpengalaman—karena juga mengajar di sekolah musik ternama, kursus biola di Rumah Alam ini tanpa dipungut bayaran alias gratis.

Pelajaran mulai dari nol, dari cara memegang senar dan biola, hingga menghasilkan bunyi yang enak didengar. Juga dikenalkan cara membaca not angka dan not balok, walau bertahap dan perlahan-lahan.

“Belajar musik harus dalam suasana menyenangkan,” kata Hakim, sang guru biola. “Dan Rumah Alam ini sangat nyaman untuk belajar musik, suasananya sejuk, musik yang dibunyikan terasa menyatu dengan alam,” lanjutnya.

Memang tidak banyak yang ikut belajar, karena sifatnya privat, agar bisa lebih fokus belajarnya. Dibagi dalam dua kelas, kelas dasar atau pemula dan kelas lanjut. Untuk kelas dasar, lebih banyak anak-anak SD, sedangkan kelas lanjut untuk anak dewasa dan memang sudah lama mengikuti kelas biola.

“Tidak ada target dalam kursus ini, yang penting mereka suka dengan musik. Dan melalui biola, memahami soal musik. Kalau kemudian ada yang berbakat dan ingin serius mengasah kemampuannya, silakan saja, saya sangat senang,” ujar Hakim.

Kalau kemudian menjadi satu kelompok musik, akan lebih bagus lagi, agar bisa saling belajar satu dengan lainnya. “Karena ada banyak kelas musik yang berubah menjadi kelompok musik,” kata Hakim yang berpengalaman membentuk beberapa kelompok musik di luar Banjarmasin.

Rakhmalina Bakhriati, selaku owner Rumah Alam Sungai Andai menjelaskan, kelas biola ini sudah berjalan satu tahun, sejak pandemi melanda. “Semula dua kali dalam seminggu, kemudian diubah karena banyak kesibukan lain, sehingga disepakati hanya satu minggu sekali,” ujarnya.

Menurut Lina, panggilan akrabnya, kelas biola ini dibuka untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan musik kepada generasi muda. “Musik dapat memperhalus jiwa, sehingga menyukai yang indah, tenang dan damai, mudah-mudahan berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya, yang nantinya melahirkan generasi peka dan peduli pada sesama,” harapnya.@

 

Facebook Comments