Nasruddin memiliki seorang teman yang keras kepala. Sebut saja namanya Amat–karena ia sering memanggil Nasruddin sebagai Udin.

Amat ini tipe pemberontak, atau katakanlah dalam bahasa halusnya “pejuang”. Ia punya pendirian yang tak mudah ditundukkan. Meski kadang, atau malah sering, sebenarnya ia juga salah dalam menalar sesuatu. Tapi ia tetap tak mau kalah.

Nasruddin sendiri menyukai Amat karena sikapnya, karena ia merasa sebagian dari dirinya mirip dengan Amat.

Suatu hari misalnya, Amat didapati tetangganya–Nasruddin–tengah mencak-mencak soal tetangga mereka, Rustam, yang membiarkan ayamnya berkeliaran dan ikut memakan pakan ayam Amat.

“Sudah kau tegur dia?” tanya Nasruddin.

“Belum.”

“Kenapa?”

“Aku kasihan sama ayam itu. Nanti ia akan dikurung Irus kalau kuberi tahu dia,” kata Amat.

Kali lain, Amat menegur Nasruddin soal pembuangan limbah wc-nya yang mengotori halaman belakang rumah Amat. Nasruddin yang merasa salah langsung membuka septic tank-nya dan membersihkannya. Tapi berkali-kali ia angkut dan buang isinya yang menjijikkan itu, tak juga bersih-bersih.

Setelah benar-benar dilihat ulang bersama Amat yang dari tadi hanya berdiri di sisinya, Nasruddin mendapati ternyata isi septic tank Amat-lah yang mengalir ke miliknya. Maklum, saluran pembuangan mereka saling terhubung, juga dengan milik rumah-rumah lainnya, sampai ke sungai di belakang kampung. Amat hanya diam, merah muda mukanya!

Suatu hari terdengar kabar Amat terjatuh di sungai. Dan setelah berapa lama, tak terdengar kabar ia naik ke tepian. Tetangga-tetangganya mencarinya dengan menyusuri sungai ke hilir, dan makan waktu berjam-jam, namun tetap tak terdengar kabar Amat ditemukan.

Nasruddin yang gelisah akhirnya turun tangan. Tapi berbeda dengan yang lain, ia malah hendak menyusur sungai ke hulu. Para tetangga heran, apa maksud Nasruddin. Irus memberanikan diri bertanya.

“Kenapa Anda ke hulu, Mulla? Bukannya arus sungai menuju ke hilir.”

Nasruddin dengan enteng dan tetap beranjak ke hulu, berkata, “Bukankah kau tahu Amat keras kepala, dan ia akan tetap melawan arus meski ia tahu arus sungai ini menuju muara!”

“??”@

Facebook Comments