UNTUK PEREMPUAN BERBAJU UNGU

Perempuan berbaju ungu itu datang padaku, saat hujan baru
saja berhenti dan dengan segera berubah menjadi gerimis

Perempuan yang berpita ungu it uterus menyeret tubuhku
yang telah terikat belukar
“kau harus pulang. Ibu, bapak, dan adik-adikmu telah
menantimu,” katanya

Setelah itu, tak lama ia tuntun aku dalam gerimis
ke sebuah jalan yang ujungnya berlempeng cahaya
berbentuk sebuah rumah

Kedaton, 2001

 

STANZA
– tujuh tahun pernikahan

masih pipimu yang dulu
yang sembul merah ketika kukecup
dan ada wangi bunga yang ruap
di rambutmu

dan aku selalu tak selesai
bercakap denganmu
mungkin tentang sedikit hujan
yang jatuh membayang
di pekarangan

Facebook Comments
1
2
Artikel sebelumnyaSHA INE FEBRIYANTI; CERITA FILM DAN PANGGUNG
Artikel berikutnyaKALA JOKOWI ADU CITRA DENGAN PENCITRAANNYA
Lahir di Jakarta, 16 Januari 1982. Bekerja sebagai staf Unit Pelaksana Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan Menteng Kota Adm. Jakarta Pusat. Menyelesaikan studi di FE Unila jurusan Manajemen. Tulisan berupa cerpen, puisi, esai, tinjauan buku terpublikasi di Majalah Sastra Horison, Jurnal Puisi, Kompas, Republika, Jurnal Nasional, Jurnal Sajak, Media Indonesia, Suara Pembaruan, Jawa Pos, Koran Tempo, Kedaulatan Rakyat, Seputar Indonesia, Berita Harian Minggu (Singapura), Sabili, Annida, Matabaca, Majalah Basis, Koran Merapi, Indo Pos, Minggu Pagi, Bali Post, News Sabah Times (Malaysia), Surabaya News, Suara Merdeka, Pikiran Rakyat (Bandung), Tribun Jabar, Analisa, Radar Surabaya, Lampung Post, Sriwijaya Post, Riau Pos, Suara Karya, Bangka Pos, NOVA, Tabloid Cempaka (Semarang), Rakyat Sumbar, Padang Ekspres, Medan Bisnis, Analisa, On/Off, Majalah e Squire, Majalah Femina, www.sastradigital.com, www.angsoduo.net, Majalah Sagang Riau, www.detik.com, dll.