Di waktu mudanya Nasruddin suka mencari ilmu. Banyak tempat, dan banyak guru, ia datangi. Kadang di satu tempat atau satu guru ia bisa menghabiskan berbulan-bulan, bahkan betahun-tahun, untuk belajar. Setelah  masa yang cukup panjang itu ia merasa sudah saatnya berbagi pengetahuan.

Ia pun pergi ke suatu daerah dan mulai menawarkan dirinya untuk mengajar. Namun tak satu orang ataupun sekolah mau menerimanya. Mereka beralasan sudah memiliki guru tetap. Berhari-hari ia berkeliling di daerah itu sampai bekalnya akan habis, padahal ia sudah berpuasa berselang hari untuk berhemat.

Sampai saat, ketika terdengar kabar, bahwa serigala yang menjadi momok dan sering memakan hewan-hewan ternak penduduk telah tertangkap dalam jebakan yang dibuat penduduk di pinggiran kampung. Orang-orang berbondong-bondong pergi ke sana. Tapi tak satu pun orang berani mendekat untuk membunuh serigala buas itu.

Nasruddin yang juga ada di sana, karena ingin ikut menyaksikan, menawarkan dirinya untuk menyelesaikan masalah itu. Orang-orang terpana dan kagum dengan keberaniannya. Mereka seperti tersadar dan berpikir, orang ini pasti berilmu dan sakti. Nasruddin menyuruh orang-orang itu pergi agak menjauh.

Mereka pun menyingkir dan mengawasi dari jauh. Sementara Nasruddin tampak gagah mendekati serigala yang tak berdaya dalam jebakan.

Di depan serigala Nasruddin melepas jubah dan serbannya, yang kemudian diikatkannya pada serigala dengan berhati-hati. Setelah memastikan serigala tak akan berdaya menyerangnya, dan ikatan itu masih memungkinkan serigala untuk pergi, Nasruddin melepaskan jebakan dan membiarkan serigala lari.

Dari jauh orang-orang terkejut, mereka tak menyangka akan begitu kejadiannya. Mereka berteriak dengan jengkel, “Apa yang kau lakukan?!”

Ketika orang-orang beranjak hendak mengejar dan menangkap kembali serigala, Nasruddin mencegat mereka. “Biarkan saja dia lepas!” Kata Nasruddin. “Aku sengaja melepaskannya. Percayalah, jubah dan serbanku itu akan menghentikan rejekinya. Tidak akan ada orang yang akan memberinya tempat tinggal dan makanan. Tidak akan ada orang yang kasihan padanya, dan lama-lama dia akan mati kelaparan sendiri.”@

Facebook Comments