CERPEN

CERPEN: DARI KRANGGAN KE KRAPYAK WETAN

KEADAAN sedang sulit. Masa pandemi Covid 19 yang sudah berlangsung lebih setahun, membuat Yuzak bagai terkepung musuh yang tidak kelihatan. Sebagaimana Yuzak, hampir semua...

CERPEN: BULAN DAN KEMBALI MELAUT

Gelap baru saja beranjak disertai derap langkah kaki yang beriringan di atas tanah berdebu ketika para nelayan menuju garis pantai tempat perahu-perahu kecil berbaris....

MENANGISI BATANG PISANG

“Kalau kamu gitu terus cepat kamu mati! Kamu kira mati itu enak!” Naq Nurnep tengah memasukkan beberapa pelepah kelapa kering ke dalam lubang tungku....

TANAH PERANG

“Sudah sekian lama kita berlayar, tapi kenapa lautan seperti masih menyimpan amarah, tak pernah kita temui keadaan laut sedang tenang.” “Barangkali laut juga ikut marah...

LELAKI, BUKU, DAN JUTAAN KATA DI MATANYA

Aku melirik arloji di pergelangan tangan. Sudah dua jam aku berada di tempat ini. Kuhidu udara. Meloloskan sekian banyak oksigen untuk memenuhi paru-paru. Wangi...

FAQIH YANG KESEPIAN

LELAKI muda itu berjalan sendiri, menyusuri trotoar pertokoan yang ramai sekali. Langkahnya cepat dan tegap. Pandangan ke jemari kaki menatap. Orang-orang yang berpapasan menyeruak...

CERPEN RAFII SYIHAB: FRANZ KAFKA, 2020

Ketika Franz Kafka terbangun suatu pagi dari mimpi buruknya tentang Gregor Samsa yang berubah menjadi seekor serangga raksasa, ia begitu berhasrat untuk menulis dan...

CERPEN; SENJA YANG TAK JINGGA

Kelak di satu senja, anakmu dan anakku akan saling bercerita tentang orangtuanya yang menggilai senja dan tak lagi jingga setelah itu. Senjamu tak lagi indah,...

HAMSAD RANGKUTI; CERPENIS YANG MEMBEKAS DAN TAK INGIN HAPUS

Jika ada satu nama cerpenis yang tak boleh hapus dari ingatan kita, ialah Hamsad Rangkuti. Cerpennya “Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan...