Beranda SASTRA Halaman 10

SASTRA

SESEORANG BARANGKALI

SESEORANG BARANGKALI seseorang, barangkali mengirimkan air matanya di antara surat dan celah-celah paragraf, ketika ia memulai mengetik dan mengingat-ingat pada sebidang kertas; nama siapa yang...

SINOPSIS: ASA TAKULUM BARA

SINOPSIS (Basa Banjar) Babaya Ki Mas Lalana tuntung mangisahakan dimapa asal kunat di kupalanya nangitu, balalu Putri Kalungsu sadar mun lakinya nangini kada lain pada...

BUNGA, DAUN, WAKTU, DAN TAKDIRNYA SENDIRI

AKU menyingkap tirai jendela. Menatap satu ruangan di seberang sana yang lampunya masih menyala. Tirai jendelanya tidak ditutup sehingga aktivitas di dalamnya samar dapat...

KAMKWAMBA

KAMKWAMBA -dari kisah William Kamkwamba di Afrika Tak ada angin di sini. Kemiskinan tumbuh subur di lahan gersang. Suku adat menjual hutan dan lahan demi uang yang...

NATAL DI KAMP PENGUNGSIAN

(Penerjemah: Iwan Nurdaya-Djafar) NATAL 1942. Itulah Natal yang tak pernah dilupakan oleh Tanguy, suatu gencatan senjata yang ringkas telah menciptakan harapan yang diselenggarakan dengan persetujuan bersama...

MAKRIFAT PERKAWINAN

MAKRIFAT PERKAWINAN Cerita Kepada Nomi kalaulah seratus matahari telah padam. bau ranjang, anaktangga, juga sabun deterjen tentu lebih cukup menjadi gairah, saksi bahwa telinga kita semakin...

RIWAYAT BALAS DENDAM

LEBIH dari sepuluh menit, Sarbani duduk di atas sajadah. Kepalanya tertunduk, khusyuk berdoa. Pikiran dan hatinya gaduh. Ia pandangi jemarinya yang kusut. Darah seolah...

DIORAMA KECEMASAN

Diorama Kecemasan Aku masihlah hanger di gagang gantungan menunggu bahu sepotong kemeja, ketika bahkan kau lebih suka menyetrika dan melipatnya; kapur barus di sudut almari...

UTUH PALILAK HANDAK BABINI

BAHARI banar di kampung Mabuun, ada lalakian nang bangaran Utuh Palilak. Urangnya tinggi kada, randah kada, pintar kada jua, ujar urang tu kada tapi...

AKU MENUNGGUMU LAMA SEKALI

AKU telah menunggumu lama sekali. Bahkan cangkir ini hampir kering, persis seperti tenggorokanku yang mulai panas karena asap rokok yang terus-terusan kuteguk. Aku duduk...