LAMBU MANGKURAT (BABAK II): RAJA HANDAK BABINI
BABAK II
Baisukan nangitu, marga asa kada manyandang lagi bapikir saurang, basungsungan ari Mahapatih Lambu Mangkurat hudah bakiawan Aria Magatsari wan Tumanggung Tatah Jiwa, panganan...
PUISI-PUISI NI WAYAN IDAYATI; SELAMAT PAGI PEDRO
SELAMAT PAGI PEDRO
Selamat pagi, Pedro
Apa kabar kutu-kutumu hari ini?
Apakah masih sibuk menggigiti kulitmu
atau diam-diam melompat cari inang baru?
Gang dan lorong mana yang hari ini...
PROLOG DAN BABAK I: PANGGUNG WAN KARAJAAN NAGARA DIPA
P R O L O G
Malam nangitu, bangsa pukul walu kurang saparapat, di Gadung Balairungsari hudah banyak urang datangan. Sapalih hudah simpun dudukan di...
CERPEN: DARI KRANGGAN KE KRAPYAK WETAN
KEADAAN sedang sulit. Masa pandemi Covid 19 yang sudah berlangsung lebih setahun, membuat Yuzak bagai terkepung musuh yang tidak kelihatan. Sebagaimana Yuzak, hampir semua...
PUISI-PUISI FOEZA HUTABARAT; SUJUD DI AL-AQSA
SUJUD DI AL-AQSA
tembok ratapan masih sunyi sepagi ini
kutapaki selasar batu sejak masa Sulaiman
sisa hujan menciumi ujung kets kakiku
dingin menikam hingga tulang
kulewati tiga tentara zionis...
PUISI-PUISI TJAHJONO WIDARMANTO; WANGSIT LANGIT
WANGSIT LANGIT
apa yang kau tebak dari warna langit yang menderu itu?
seperti teka-teki tempat tanpa peta yang khianat kepada pagi dan secangkir kopimu
bisakah warna itu...
CERPEN: BULAN DAN KEMBALI MELAUT
Gelap baru saja beranjak disertai derap langkah kaki yang beriringan di atas tanah berdebu ketika para nelayan menuju garis pantai tempat perahu-perahu kecil berbaris....
PUISI-PUISI BUDHI SETYAWAN; ARWAH KUCING
ARWAH KUCING
sepasang matanya mencakar cuaca
mengusap detakku
pada temu tatap sore itu
semacam perkenalan yang tak direncanakan
menaut ke sulur gerimis
yang dikirimkan cemas remang
berasa teramat perlahan mengiris
jelajah lengang...
MENANGISI BATANG PISANG
“Kalau kamu gitu terus cepat kamu mati! Kamu kira mati itu enak!” Naq Nurnep tengah memasukkan beberapa pelepah kelapa kering ke dalam lubang tungku....































