Beranda SASTRA Halaman 18

SASTRA

PUISI-PUISI MOHAMMAD CHOLIS: KOTHEKA

Kotheka Jika kau tetap begini Maka aku akan mencintaimu seperti ini: Jadi, pada nyala api Kugambar wajahmu yang bersembunyi Di belakang bayanganmu sendiri, sri! Lalu, kuletakkan bibirku pada sebatang cerutu Sebagaimana...

KAJIJINGAHAN

Kulajui bajalan sambil bakumbah mambinting hancau nang masih balilit di rangau marga balum bapasang ka tambulilingannya. Guarannya tahawar-hawar ai ngaran bagasak bajalan. Aku mandangar...

PUISI-PUISI ISBEDY STIAWAN ZS; BARIS AWAL HALAMAN PERTAMA

BARIS AWAL HALAMAN PERTAMA kembali halaman pertama pada baris awal tentang kupukupu mencari ranting tahukah ranting itu adalah kau, maka kupukupu pun akan hinggap pada kayu yang menjaga putik pada halaman pertama sebuah...

PUISI-PUISI SUMASNO HADI; BATUAPI

Batuapi kulihat baranya menjemput sejarah membakari keringat dan rambut ayah bahwa ia yang mendidik dengan asap tibalah pada gerombolan kita merayakannya kembali tak mati-mati 2015 Batulingga kaulah tanah berjumbuh nafas angin dingin menjemput hujan lelaki...

WARUNG KOPI HORMONE 5-MEO-DMT

Lalu lintas sekitar warung kopi kami perlahan sunyi. Waktu memang sudah lewat tengah malam. Teh panas yang sedari tadi kuminum perlahan menipis. Fulah terlihat...

PUISI-PUISI RIZKY BURMIN; RUMAH BERATAP MERAH

RUMAH BERATAP MERAH rumah beratap merah di dalamnya seribu pintu, sejuta labirin serupa sungai yang panjang setiap hari adalah nyeri kamar-kamar selalu berisik memutar musik-musik klasik dan lagu-lagu lama di kamar depan perempuan...

SELEMBAR SURAT

Wahai Anakku, Muhammad Nouval. Setelah kau baca surat ini, mungkin kau telah meninggalkan jauh dari kampung kelahiran. Aku berharap kau bisa menetap di akhir perjalananmu...

KAMPUNG KARIUP, RUMAH GURU RAMLAN

“Rentangkan tanganmu!” dengan tegas Guru Ramlan menyuruhku. Bu Rafkah memegangi dari belakang. Tanganku yang tertelungkup ke bawah ditarik oleh Guru Ramlan dengan keras sampai...

PRASANGKA MUSIBAH

Syafi’i… lemparkan bolanya,” teriak Ali. Ia yang malam lalu bermalam di rumah Syafi’i hampir saja menggegerkan orang sekampung. Untunglah dia sudah kembali bermain bersama...

AIB, JANJI-JANJI YANG TAK PASTI

11.00 Apa rasanya saat masa-masa penentuan kelulusanmu mulai diumumkan? Gundah? Gelisah? Harap-harap cemas? Mungkin beberapa di antaranya? Beberapa orang murid bersama orang tuanya terlihat senang...